Untuk keempat kalinya berturut-turut, Bank Mandiri berhasil menyabet penghargaan bergengsi di bidang tata kelola. Bank dengan logo pita emas itu dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori BUMN Go Publik Keuangan dalam Annual Report Award (ARA) 2024. Prestasi ini, tentu saja, bukan hal sepele. Ia menegaskan konsistensi BMRI dalam menjaga kualitas pelaporan, transparansi, dan akuntabilitas di tengah tuntutan good corporate governance yang kian ketat.
Malam itu, Senin (8/12), suasana di Gedung Bursa Efek Indonesia terasa khidmat. Penghargaan tersebut diserahkan dan diterima langsung oleh Direktur Human Capital and Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria. Keberhasilan ini disaksikan oleh Komisaris Utama Bank Mandiri, Kuswiyoto.
ARA sendiri bukan sekadar ajang seremonial. Inisiatif ini digagas bersama oleh sejumlah lembaga kunci seperti KNKG, OJK, BEI, dan Kementerian Keuangan. Tujuannya jelas: mendorong praktik tata kelola yang sehat dan kredibel melalui laporan tahunan yang informatif. Penilaiannya komprehensif, mencakup akurasi data, kelengkapan, hingga seberapa mudah laporan itu dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan.
Tahun ini, tema yang diusung adalah “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future”. Sebuah tema yang pas, mengingat integritas dan transparansi kini jadi fondasi wajib bagi perusahaan yang ingin bertahan dalam jangka panjang.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyoroti bahwa kemenangan beruntun ini adalah buah dari kerja sama seluruh insan perusahaan.
“Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga transparansi serta melakukan akselerasi perbaikan proses pelaporan. Tata kelola yang baik merupakan modal utama bagi Bank Mandiri untuk mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan publik,” tegas Riduan dalam keterangan resmi, Selasa (9/12).
Ia menambahkan, penghargaan ini sekaligus jadi pengingat untuk terus berbenah.
“Kami memastikan setiap langkah strategis dan ekspansi bisnis dilakukan secara terukur, selaras dengan prinsip kehati-hatian serta keberlanjutan. Dengan penerapan tata kelola yang baik, Bank Mandiri dapat memberikan nilai tambah yang lebih luas,” lanjutnya.
Di balik prestasi tata kelola, performa fundamental bank juga terlihat solid. Hingga akhir September 2025, penyaluran kredit konsolidasi mereka melesat ke Rp1.764,32 triliun. Angka pertumbuhannya mencapai 11 persen year-on-year, mengalahkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang tercatat 7,70 persen. Ini menunjukkan peran intermediasi mereka yang masih kuat.
Yang tak kalah penting, pertumbuhan itu berkualitas. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) bank only terjaga di level 1,03 persen, dengan coverage ratio yang sangat sehat di 271 persen. Di sisi neraca, total aset konsolidasi membengkak 10,3 persen menjadi Rp2.563 triliun. Sumber dana juga kuat; Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13 persen menjadi Rp1.884 triliun, didominasi giro dan tabungan (CASA) sebesar 69,3 persen. Komposisi ini jelas menguntungkan dari sisi efisiensi biaya dana.
Ke depan, Riduan menegaskan bahwa tata kelola akan tetap jadi prioritas utama sebagai fondasi setiap pengambilan keputusan. Fokusnya adalah pada transformasi layanan yang adaptif, pemanfaatan teknologi, dan penguatan integritas internal. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan yang tidak hanya cepat, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkelanjutan sejalan dengan perannya sebagai mitra strategis pemerintah.
Artikel Terkait
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Klinik Kecantikan Ilegal, 15 Pasien Alami Cacat Permanen
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usulan Gerbong Khusus Perempuan yang Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan KRL
Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usul Pemindahan Gerbong Wanita Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan Kereta