Jakarta - Peringatan keras dilayangkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada jajaran Bea dan Cukai. Isinya tak main-main: perbaiki kinerja, atau bersiaplah menghadapi konsekuensi yang berat. Dia bahkan tak segan-segan mengancam akan merumahkan seluruh pegawai tanpa gaji jika dalam setahun ke depan tak ada perubahan berarti.
"Karena kan ke bea cukai sudah clear," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin lalu.
"Saya bilang ke mereka kalau Anda enggak bisa perbaiki dalam waktu setahun dari kemarin, ada kemungkinan besar bea cukai dirumahkan seluruh pegawainya."
Ancaman itu bukan sekadar gertakan. Menurut Purbaya, jika instansi itu tetap saja lamban berbenah, pemerintah siap membekukannya dan menyerahkan operasionalnya ke pihak swasta. Mirip dengan kebijakan yang pernah berlaku di era Orde Baru dulu. Konsekuensinya jelas: para pegawai bakal dirumahkan dan tak lagi menerima penghasilan.
“Jadi mungkin dirumahin aja sampai pensiun, nggak dibayar," tegasnya dengan nada getir.
“Dengan semangat seperti itu saya pikir orang kita cukup pintar untuk digebuk sedikit, apalagi digebuk banyak."
Harapannya, tekanan semacam ini bisa jadi pukulan yang membangunkan. Purbaya berharap praktik-praktik yang selama ini mencoreng nama institusi, mulai dari penyelundupan hingga permainan kode barang (HS Code), bisa ditekan drastis.
"Harusnya ke depan penyelundupan akan berkurang secara signifikan," katanya. "Kalau nol sih gak mungkin karena kita enggak hidup di dunia ideal. Tapi harus berkurang."
Di sisi lain, respons datang dari internal Bea Cukai sendiri. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Perubahan yang digadang-gadang akan menyentuh banyak aspek, mulai dari budaya kerja, peningkatan kinerja, hingga pengawasan yang lebih ketat di pelabuhan dan bandara.
"Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 85-95 itu, kita tidak ingin itu terjadi atau pun diulangi oleh bea cukai," ujar Djaka di Kantor Bea Cukai Kanwil Jakarta, Rabu kemarin.
"Sehingga tentunya bea cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif."
Jadi, ancaman menteri sudah terang benderang. Sekarang, tinggal menunggu waktu apakah lembaga yang kerap jadi sorotan ini benar-benar bisa berubah, atau justru menuju babak baru yang penuh ketidakpastian.
Artikel Terkait
KPK Perpanjang Penahanan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 30 Hari
Tony Fernandes Bersiap Luncurkan Maskapai Baru di Tengah Tekanan Industri Penerbangan
Polri Peringatkan Masyarakat soal Maraknya Judi Bola dan Penipuan Tiket Nobar saat Piala Dunia 2026
Kemenhaj Bentuk Satgas Haji Nonprosedural, Cegah 20 Ribu Kasus Ilegal Per Tahun