Di sisi lain, ada yang menarik dari komposisi tim respons bencana kali ini. Selain prajurit aktif, sekelompok mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) juga diterjunkan. Itu adalah perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, khususnya mereka yang berasal dari Fakultas Kesehatan Militer. Mereka dikabarkan berangkat menuju tiga provinsi tersebut menggunakan kapal.
Dan berbicara tentang Presiden, Prabowo sendiri disebutkan sedang berada di lapangan. Ia didampingi Panglima TNI, memantau langsung situasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran pimpinan tertinggi ini dimaksudkan untuk memastikan langkah-langkah yang diambil tepat sasaran dan komprehensif.
“Kami pastikan negara tetap hadir,” kata Osmar menegaskan.
“TNI pastinya yang merupakan bagian negara juga hadir, berbuat bertindak semaksimal mungkin dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada.”
Upaya besar ini, meski terkesan masif, memang dibutuhkan. Wilayah yang terdampak cukup luas, akses terhambat, dan waktu sangat mendesak. Dengan mengerahkan semua yang dimiliki personel, material, alutsista TNI berharap bantuan bisa sampai lebih cepat dan penanganan bisa lebih efektif. Situasinya memang darurat, tapi responsnya diupayakan tak kalah cepat.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas