Wamenperin Sambangi Raksasa Teknologi Italia untuk Pacu Industri Logam Hijau

- Minggu, 07 Desember 2025 | 04:25 WIB
Wamenperin Sambangi Raksasa Teknologi Italia untuk Pacu Industri Logam Hijau

Kunjungan resmi Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza ke Italia pekan lalu ternyata membawa angin segar bagi industri logam nasional. Di kota Castellanza, dia menyambangi fasilitas produksi Tenova S.p.A, raksasa teknologi industri metalurgi global. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata menjajaki kerja sama strategis.

Faisol terlihat antusias. Dalam keterangan resminya, Sabtu (6/12/2025), ia menggambarkan diskusinya dengan Tenova sebagai peluang emas.

"Saya berkesempatan berdiskusi dengan Tenova S.p.A, sebuah perusahaan teknologi industri global yang menjadi pemain kunci pada hampir seluruh rantai proses industri metalurgi, mulai dari pengolahan bahan mentah, instalasi reduksi, electric arc furnace, submerged arc furnace, hingga berbagai teknologi downstream seperti heat treatment furnace, strip processing line, dan cold rolling mill," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini sejalan betul dengan visi Presiden Prabowo dan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang bakal segera diluncurkan. Industri logam, baginya, adalah sektor prioritas yang mutlak diperkuat kalau kita ingin ekonomi nasional punya daya saing.

Di sisi lain, penguasaan teknologi jadi kata kunci. Itu sebabnya Faisol begitu memperhatikan mesin-mesin CNC modern dan lini perakitan peralatan berat di sana. Tanpa penguasaan teknologi, mustahil Indonesia bisa melompat ke era industrialisasi lanjutan. Dia pun secara terbuka mengajak Tenova untuk jadi mitra strategis.

"Saya mengajak Tenova dapat menjadi mitra strategis di bidang logam melalui pengembangan riset, inovasi dan roadmap dalam penguatan hilirisasi industri logam, efisiensi energi, dan pengurangan emisi termasuk pengembangan komponen industri pertahanan nasional," tegas Faisol.

Arahnya jelas. Pembangunan industri ke depan tak lagi cuma soal skala dan besarnya pabrik. Tapi lebih pada kualitas, keberlanjutan. Impiannya adalah industri yang maju, hijau, dan sanggup bersaing di panggung global.

Ajakan itu disambut hangat oleh pimpinan Tenova.

CEO Tenova Roberto Pancaldi menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung upaya Indonesia menciptakan industri baja yang lebih ramah lingkungan.

"Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Tenova berharap pemerintah Indonesia terus mendukung upaya kolaboratif kami bersama Tata Metal Lestari untuk mendorong terciptanya baja yang lebih ramah lingkungan sesuai misi keberlanjutan kami," kata Pancaldi.

Kerja sama dengan Tenova sebenarnya sudah berjalan. PT Tata Metal Lestari (TML), misalnya, sedang membangun fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 di Sadang dengan teknologi utama dari Tenova. Teknologi ini diklaim bisa meningkatkan efisiensi termal, menekan emisi, dan tentu saja memperkuat hilirisasi baja dalam negeri.

Rendra Fernanda, GM Manufacturing TML, menegaskan bahwa fokus mereka bukan cuma menaikkan angka produksi semata.

"Fokus kami bukan sekadar meningkatkan tonase produksi, tetapi memastikan kualitas dan jumlah emisi yang dihasilkan semakin baik dan efisien," ujarnya.

Jadi, kunjungan ini seperti benih. Benih kerja sama yang diharapkan bisa tumbuh, memperkuat fondasi industri logam Indonesia agar tak hanya besar, tetapi juga cerdas dan berwawasan lingkungan. Perjalanannya masih panjang, tapi langkah awal sudah diambil.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar