Kerja polisi nggak cuma dari luar. Mereka juga berkoordinasi langsung dengan pengelola SPBU. Intinya, penyaluran BBM harus sesuai prosedur. Para petugas SPBU diminta jeli melihat pola pembelian. Kalau ada yang mencurigakan, misalnya beli dalam jumlah sangat besar, harus segera dilaporkan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang. Belilah BBM secukupnya, jangan panik. Soalnya, kepanikan massal justru bisa bikin situasi makin kacau. Prioritas utama sekarang adalah distribusi yang merata, terutama ke daerah-daerah yang masih terdampak bencana. Akses mereka untuk mendapatkan bahan bakar harus tetap terjaga.
Koordinasi pun dilakukan dengan berbagai pihak. Polda Aceh berhubungan dengan Pertamina dan Dinas ESDM setempat. Salah satu poin pentingnya adalah soal kebijakan pembebasan barcode dalam situasi darurat, yang sudah diatur oleh gubernur. Kebijakan ini, kalau dijalankan dengan baik, bisa mempercepat pelayanan. Alhasil, risiko penumpukan kendaraan di SPBU pun bisa dikurangi.
Zulhir menambahkan, komunikasi intensif juga dijalin dengan Depo Pertamina. Tujuannya sederhana: memastikan proses distribusi BBM dari pusat ke seluruh SPBU berjalan tanpa hambatan. Kalau suplai dari hulu lancar, kemungkinan kelangkaan di hilir bisa dihindari. Semua langkah ini pada dasarnya satu paket. Upaya menjaga stabilitas di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup