“Dulu saya sering merasa tidak percaya diri. Tapi di sini, saya merasa didengarkan, diajari dengan sabar, dan dihargai. Sekarang saya bisa bikin kopi dan sedang magang di coffee shop,” ujarnya, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Dari sisi perusahaan, Sekretaris Perusahaan PT PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menekankan bahwa yang dilakukan ini bukan sekadar program corporate social responsibility biasa.
“Setiap manusia membawa potensinya masing-masing. Tugas kami adalah memastikan pintu itu terbuka dan jalannya terang. Itulah yang PNM yakini, untuk selalu tumbuh bersama dan memberikan kepedulian agar menjadi inspirasi bagi yang lainnya,” jelas Dodot.
Jadi, apa yang dilakukan PNM ini lebih dari sekadar inovasi. Ini adalah upaya nyata membangun ekosistem yang manusiawi, di mana setiap orang punya ruang untuk berkembang. Sebuah langkah konkret yang patut diapresiasi.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar