Tito Karnavian Soroti Solidaritas Daerah Saat Bencana Melanda Sumatera

- Rabu, 03 Desember 2025 | 19:45 WIB
Tito Karnavian Soroti Solidaritas Daerah Saat Bencana Melanda Sumatera

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Kali ini, apresiasinya ditujukan pada sejumlah kepala daerah yang dengan sigap memberikan bantuan untuk tiga provinsi di Sumatera Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang berjuang menghadapi banjir dan tanah longsor.

Bagi Tito, langkah cepat mereka ini bukan sekadar prosedur. Ini adalah wujud nyata solidaritas antarwilayah, sebuah semangat yang menurutnya harus terus dipupuk. Beberapa daerah telah mengirimkan bantuan, baik berupa dana tunai maupun barang-barang kebutuhan mendesak untuk korban.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Bengkulu Rp3,5 miliar. Kemudian saya juga terima kasih kepada Gubernur DKI memberikan langsung kepada kota Lhokseumawe yang sekarang tinggal Rp400 juta, itu sebanyak Rp3 miliar,” ujar Tito.

Pernyataan itu disampaikannya dari Posko Nasional Penanggulangan Bencana di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu lalu.

Tak ketinggalan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga turun tangan. Menurut Tito, Khofifah memilih memberikan bantuan dalam bentuk barang untuk wilayah Sumatera Utara yang terdampak.

“Kemudian Jawa Timur, ibu Khofifah langsung memberikan dalam bentuk barang, yang jumlahnya miliaran saya tahu kepada Sumatera Utara," katanya menambahkan.

Di sisi lain, bantuan tunai juga mengalir dari berbagai penjuru. Gubernur Kalimantan Utara, misalnya, menyalurkan Rp1 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Kemudian, Kalimantan Utara Rp1 miliar melalui Baznas. Kemudian, Gubernur Sulawesi Selatan pak Andi Sudirman Sulaiman Rp1,5 miliar,” lanjut Tito merinci.

Baginya, semua kontribusi ini adalah bukti. Gotong royong antar daerah masih sangat hidup. Dalam situasi darurat seperti ini, semangat kebersamaan itu terasa betul dampaknya.

Tito menekankan satu hal: bencana bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Karena itulah, kolaborasi dan saling bantu adalah kunci utama untuk mempercepat pemulihan.

“Saya melihat ini masalah solidaritas, bencana bisa terjadi di mana saja, begitu ada kejadian di daerah A yang B, C, E, F bantu. Pusat pasti bantu, tapi solidaritas kita kalau rame-rame pasti mudah,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar