Xi Jinping Tiba di Pyongyang, Kunjungan Pertama ke Korea Utara dalam Tujuh Tahun

- Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB
Xi Jinping Tiba di Pyongyang, Kunjungan Pertama ke Korea Utara dalam Tujuh Tahun

Presiden China Xi Jinping tiba di Pyongyang pada Senin (8/6/2026) untuk melakukan pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Kunjungan ini menandai lawatan pertama Xi ke negara tersebut dalam tujuh tahun terakhir, sekaligus menjadi momen penting dalam dinamika hubungan bilateral kedua negara yang telah lama bersekutu.

Xi meninggalkan Beijing menggunakan pesawat pada pagi hari dan dijadwalkan berada di Korea Utara selama dua hari. Ia didampingi oleh sang istri, Peng Liyuan, Menteri Luar Negeri Wang Yi, serta Kepala Staf Cai Qi. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi dalam rombongan ini menunjukkan bobot strategis dari kunjungan tersebut.

Lawatan ini dilakukan hanya beberapa pekan setelah Xi menjamu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Rusia Vladimir Putin di Beijing. Dalam konteks tersebut, kunjungan ke Pyongyang dipandang sebagai bagian dari upaya China untuk memperkuat kembali pengaruhnya di Semenanjung Korea di tengah pergeseran aliansi regional.

China selama ini menjadi salah satu sekutu terpenting Korea Utara, berperan sebagai mitra ekonomi vital dan pendukung diplomatik utama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang mulai memprioritaskan kerja sama dengan Moskow. Korea Utara dilaporkan memasok pasukan dan senjata untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina. Sebagai imbalannya, Pyongyang menerima bantuan ekonomi dan militer dari Rusia.

Di sisi lain, kunjungan Xi ke Korea Utara menjadi perhatian serius negara-negara di kawasan, termasuk Korea Selatan dan Jepang. Kedua negara tersebut mencermati setiap langkah diplomasi yang dapat mengubah keseimbangan keamanan di Asia Timur. Pertemuan puncak antara Xi dan Kim kali ini pun dinilai akan menjadi sorotan utama dalam peta politik regional.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar