Peringatan tsunami di Kabupaten Gorontalo Utara resmi berakhir setelah otoritas terkait mencabut status waspada yang diberlakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi. Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah masing-masing.
Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, menyatakan bahwa masyarakat yang melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah kawasan dataran tinggi telah diarahkan untuk pulang. “Alhamdulillah, peringatan tsunami sudah berakhir. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sudah bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya di Gorontalo, Senin (8/6/2026).
Sebelum pencabutan status tersebut, BPBD bersama instansi terkait melakukan pemantauan intensif di sejumlah wilayah pesisir Gorontalo Utara setelah menerima informasi potensi tsunami akibat gempa bumi. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik, termasuk di Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Ponelo Kepulauan. Meski demikian, kenaikan tersebut tidak signifikan dan belum berdampak pada pemukiman warga.
“Memang ada beberapa titik yang sudah mulai ada perkembangan naik airnya, tetapi tidak signifikan. Kenaikannya masih bisa diantisipasi masyarakat dan belum berdampak ke pemukiman,” kata Tahir.
Menurut dia, kenaikan muka air lebih banyak terpantau di kawasan muara dan sungai yang terhubung dengan laut. Kondisi itu terjadi setelah air laut sempat mengalami penyurutan sebelum kembali naik. “Air laut yang awalnya surut, kemudian naik kembali, tetapi kenaikannya tidak signifikan. Paling sekitar 0,27 meter,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan dampak berarti, BPBD saat itu tetap mengimbau masyarakat di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan kawasan pantai untuk melakukan pengungsian sementara ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu perkembangan informasi resmi. Warga pun mengikuti arahan petugas dengan melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah kawasan dataran tinggi di Gorontalo Utara.
Hingga status peringatan tsunami dicabut, BPBD tidak menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat kenaikan muka air laut tersebut. Petugas BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang sejak pagi melakukan pemantauan serta pengamanan di sejumlah titik pesisir tetap bersiaga hingga peringatan tsunami resmi berakhir.
BPBD Provinsi Gorontalo mengapresiasi respons cepat masyarakat yang mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung, sehingga situasi dapat terkendali dengan baik. Meski kondisi telah dinyatakan aman, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun lembaga kebencanaan terkait.
Artikel Terkait
Polres Lubuklinggau Gelar Program Bang Kopling, Perkuat Dialog Polri dengan Warga Lewat Pendekatan Humanis
Rupiah Tembus Rp18.180, HKI Justru Nilai Pelemahan Jadi Momentum Tarik Investasi
Mitsubishi Ungkap Fungsi Vital Roof Rail di Balik Tampilan Gagah SUV
Presiden Prabowo Lantik Kepala BGN Baru dan Said Iqbal sebagai Penasihat Ketenagakerjaan