Lalu, bagaimana skema pengalihannya? Bagi yang berkendara dari arah Tebing Tinggi menuju Medan, kendaraan akan dialihkan keluar via Gerbang Tol (GT) Kemiri dan GT Kualanamu. Sementara itu, arus dari Kualanamu ke Medan dialihkan melalui GT Lubuk Pakam.
Di sisi lain, untuk perjalanan dari Medan menuju Kualanamu-Tebing Tinggi, situasinya agak berbeda. Lajur 1 masih bisa dipakai, tapi hanya untuk kendaraan golongan 1 non-bus. Mengapa dibatasi? Ini langkah antisipasi. Kalau bus besar atau kendaraan berat (golongan 2 ke atas) tetap lewat lajur 2, dikhawatirkan beban berlebih justru memperparah kerusakan. Alternatifnya, kendaraan besar itu dialihkan melalui GT Tanjung Morawa di Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa.
Jasa Marga tentu menyadari ketidaknyamanan ini. Mereka pun memohon maaf atas segala kesulitan yang timbul selama proses rekayasa lalu lintas berlangsung.
Imbauan terakhir untuk para pengendara: tetap waspada. Perhitungkan waktu dan rute perjalanan dengan matang, pastikan bensin cukup, dan yang paling penting, patuhi semua rambu serta arahan petugas di lokasi. Kehati-hatian ekstra sangat diperlukan di kondisi seperti sekarang.
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar