Ini bukan kali pertama Kadin turun tangan menangani bencana. Mereka punya pengalaman panjang, bahkan punya struktur khusus yang menangani hal ini. Karena itu, pendekatannya bukan sekadar bantuan darurat. Mereka melihat lebih jauh.
Penanganan jangka panjang jadi kunci. “Jadi kita sedang menghitung, tapi yang pasti bahwa ini banyak infrastruktur yang terputus,” jelas Anindya.
Memang, bantuan makanan, obat, atau pakaian sangat dibutuhkan saat ini. Namun, di sisi lain, pemulihan infrastruktur yang rusak tak kalah penting. Itu yang akan menentukan pemulihan ekonomi warga ke depannya.
“Jadi fokusnya selain daripada makanan, pengobatan, pakaian, yang langsung, tapi juga berpikir bagaimana memperbaiki infrastruktur ke depan,” pungkasnya. Terutama, infrastruktur untuk bahan bakar dan rantai pasokan yang vital bagi kehidupan.
Dana Rp5 miliar itu adalah awal. Sebuah langkah nyata untuk membangun kembali harapan.
Artikel Terkait
Solikin M Juhro: Karier Panjang di BI yang Kini Masuk Daftar Calon Deputi Gubernur
Tiga Calon Deputi Gubernur BI Siap Hadapi Uji Kelayakan DPR
Aceh Bangkit: Pembangunan Permanen 7 Jembatan dan 28 Titik Longsor Dimulai
Harmoni MRT: Titik TOD Strategis yang Diharapkan Ubah Wajah Transportasi Jakarta