Dari penjelasannya, terasa jelas bahwa istana punya ekspektasi tinggi. Mereka menantikan kontribusi substansial dari Kadin, termasuk laporan-laporan yang dihasilkan dari seluruh rangkaian kegiatan. Intinya, pemerintah ingin sesuatu yang nyata, sesuatu yang bisa diimplementasikan.
Nah, untuk mewujudkan hal itu, Kadin tidak main-main. Mereka telah menyiapkan serangkaian uji materi dan Forum Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang akan melibatkan para menteri secara langsung. Pendekatan ini diharapkan bisa memastikan bahwa setiap hasil pembahasan punya dampak yang langsung terasa.
Besok dan lusa kita akan tes atau FGD dengan para Menteri sehingga hasilnya setelah disampaikan benar-benar sangat bisa berguna.
Di sisi lain, fokus dari Rapimnas ini sendiri sudah jelas. Anindya sebelumnya telah menegaskan bahwa ada dua isu utama yang akan menjadi pusat perhatian. Pertama, tentu saja, adalah soal penciptaan lapangan kerja. Yang kedua, adalah upaya meningkatkan daya beli masyarakat. Dua hal ini dianggap sebagai motor penggerak ekonomi yang paling vital.
Kalau Rapimnas tentu fokusnya kepada penciptaan lapangan kerja. Bagaimana kita bisa menciptakan lapangan kerja secara mandiri untuk kesejahteraan masyarakat. Dan yang kedua, kita fokus untuk meningkatkan daya beli masyarakat supaya ekonomi berputar.
Rapimnas Kadin 2025 sendiri dijadwalkan bakal berlangsung pada tanggal 1 dan 2 Desember 2025 di Jakarta. Acara ini dipastikan akan dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga negara dan tentu saja, para menteri kabinet. Semoga saja, dengan format yang lebih aplikatif ini, hasilnya bisa lebih membumi dan menjawab tantangan riil yang dihadapi dunia usaha dan masyarakat.
Artikel Terkait
Kadin dan Kemenekraf Sepakati Kolaborasi Strategis untuk Pacu Ekosistem Kreatif 5.0
Jaecoo Tantang Pasar dengan SUV Listrik Rp 249 Juta, Masihkah Disebut Premium?
Laga Pembuka Timnas U-22 Lawan Filipina Diundur, RCTI Tetap Siarkan Langsung
KAI Commuter Luncurkan Kereta Petani dan Pedagang, Cuma Rp3.000