Di sisi lain, faktor biaya juga tak kalah krusial. Dalam bisnis, keuntungan sangat ditentukan oleh efisiensi. Negara dengan struktur biaya lebih tinggi dibanding pesaingnya jelas akan kesulitan menarik minat investor.
“Biaya ini ada yang langsung dan tidak langsung. Yang langsung misalnya logistik, upah, energi. Yang tidak langsung itu termasuk SDM, faktor keamanan, dan berbagai komponen biaya tambahan yang mungkin tidak ada di negara lain,” papar Anindya.
Menurutnya, perbaikan efisiensi biaya tak hanya mendongkrak margin usaha, tapi juga meningkatkan daya tarik investasi. Dengan begitu, Indonesia punya peluang lebih besar dalam memperebutkan arus FDI.
Kadin sendiri berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah. Tujuannya satu: mendorong reformasi struktural yang memperkuat posisi Indonesia di mata investor global.
“Semua negara sekarang mau menarik investasi, jadi kita tidak bisa berjalan biasa-biasa saja. Kalau kita ingin menang, kita harus paling kompetitif,” pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Rp23 Triliun Suntikan Modal Garuda Habis untuk Bayar Utang dan Service Pesawat
Menaker Akan Bahas Usulan THR Cair H-14 Lebaran dengan Presiden Prabowo
Pemerintah Susun RUU Ketenagakerjaan Baru Akomodir Permintaan AS dan Integrasikan Pasal UU Cipta Kerja
Bnetfit Transformasi dari ISP ke Solusi ICT, Target Jadi Juara Nasional 2026