Sayangnya, ancaman belum benar-benar berakhir. Menurut perkiraan cuaca, kondisi buruk masih akan berlanjut hingga Selasa (25/11/2025) di wilayah tenggara Queensland dan timur laut New South Wales. Pemicunya tak lain adalah kelembapan tinggi dan cuaca panas yang bertahan.
Ahli meteorologi senior Miriam Bradbury mengonfirmasi hal ini melalui wawancara dengan stasiun televisi ABC.
katanya. Meski demikian, Bradbury sedikit memberi angin segar dengan menyatakan bahwa cuaca diperkirakan tidak akan separah kemarin. Artinya, risiko hujan es raksasa agak berkurang.
Sementara bagian selatan bersiap hadapi badai, wilayah utara Queensland justru menghadapi ancaman berbeda. Biro Meteorologi telah mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem di sana, dengan suhu yang diprediksi melonjak di atas 40 derajat Celcius. Benar-benar dua ekstrem yang terjadi hampir bersamaan.
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina