Yang menarik, pendekatannya punya nuansa berbeda. Cak Imin menekankan bahwa ini adalah bukti pergeseran paradigma dalam memerangi kemiskinan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Bukan lagi sekadar bagi-bagi bantuan sosial yang sifatnya sementara, melainkan upaya pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Salah satu cara penanggulangan kemiskinan yang paling bagus dan berjangka menengah panjang adalah distribusi aset kepemilikan produksi, yaitu tanah," ujarnya meyakinkan.
Namun begitu, rencana sehebat apa pun perlu eksekusi yang tepat. Cak Imin memastikan bahwa pelaksanaan program akan diselaraskan dengan peta sebaran penduduk miskin ekstrem dan lokasi TORA. Tujuannya sederhana: memastikan bantuan sampai ke orang yang benar-benar membutuhkan.
Dari sisi teknis, Menteri Nusron Wahid menyambut baik koordinasi ini. Dia optimistis target satu juta penerima manfaat bisa tercapai.
Apalagi, program ini akan mengkoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga di bawah komando Menko Muhaimin, sesuai mandat yang diberikan.
"Kami menyiapkan lahannya, beliau yang mengkoordinasi karena memang tugas Pak Menko yang melakukan itu," pungkas Nusron.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Lima Tersangka, Izin Konsultan Pajak Dicabut dalam Kasus KPP Jakarta Utara
Diskon Pajak Rp6,3 Miliar Bongkar Sindikat Korupsi di Kantor Pajak Jakarta Utara
Bapanas Pastikan Program Stabilisasi Harga Beras Lanjut hingga 2026
Kemensos Salurkan Santunan ke 147 Ahli Waris Korban Bencana Sumatra