JPO Sarinah Segera Beroperasi, Integrasi Modern untuk Pejalan Kaki dan Difabel

- Minggu, 11 Januari 2026 | 17:42 WIB
JPO Sarinah Segera Beroperasi, Integrasi Modern untuk Pejalan Kaki dan Difabel

Area di sekitar JPO Sarinah di Thamrin masih ramai dengan aktivitas konstruksi. Banner biru TransJakarta membentang, meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Pejalan kaki yang biasa melintas terpaksa mencari alternatif lain untuk menyeberang, karena akses ke jembatan itu masih sepenuhnya ditutup.

Jembatan ini bukan sembarang jembatan. Dibangun pertama kali di era legendaris Ali Sadikin, JPO Sarinah adalah yang pertama di Indonesia. Kini, setelah sekian lama, Pemprov DKI Jakarta membangunnya ulang dengan konsep yang jauh lebih modern. Mereka ingin jembatan baru ini terintegrasi dengan angkutan umum dan, yang tak kalah penting, benar-benar ramah untuk penyandang disabilitas.

Nantinya, jembatan ini akan tersambung langsung ke Halte TransJakarta MH Thamrin. Lokasinya yang strategis tepat di depan pintu barat Mal Sarinah juga akan memudahkan orang untuk langsung masuk ke mall. Tak cuma itu, jembatan ini rencananya akan membentang hingga ke seberang jalan, ke arah Gedung Bawaslu.

Rencana pembukaan kembali JPO ini disambut baik oleh beberapa warga di sekitar. Elina (27), misalnya, melihat ini sebagai kemudahan.

“Bagus sih, lebih gampang kalau naik TJ (Transjakarta) ga usah nunggu-nunggu lampu merah kalau nyeberang dari bawah,” ujarnya.

Pendapat serupa datang dari Rajwa (22). Baginya, faktor keamanan adalah nilai plus.

“Lebih aman harusnya, kadang kalau lewat bawah masih ada mobil yang lewat dari arah Tanah Abang, nunggu lampu merahnya juga lama,” katanya.

Di sisi lain, proyek ini sempat memantik pro dan kontra. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui hal itu. Menurutnya, salah satu alasan utama pembangunan kembali justru untuk aksesibilitas kelompok difabel.

“Jadi JPO Sarinah dalam kajian, memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,” jelas Pram usai meninjau sebuah puskesmas di Jakarta Selatan, Jumat lalu.

Ia pun menegaskan satu hal penting untuk menjawab kekhawatiran banyak orang.

“Enggak (ditutup). Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka. Kemudian, di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap semua enggak ada yang ditutup,” tambahnya.

Jadi, intinya nanti warga punya pilihan. Mau yang cepat dan langsung tersambung ke halte, bisa lewat atas. Kalau lebih suka suasana jalanan, fasilitas penyeberangan di bawah tetap ada. Tinggal tunggu saja kapan jembatan ikonik itu resmi beroperasi kembali.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar