Jalan Haji Nawi Satu Arah Hingga 2026, Warga Berbagi Cerita Soal Macet dan Harapan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 17:48 WIB
Jalan Haji Nawi Satu Arah Hingga 2026, Warga Berbagi Cerita Soal Macet dan Harapan

Mulai Sabtu kemarin, Jalan Haji Nawi di Jakarta Selatan berubah. Dinas Perhubungan DKI resmi memberlakukan sistem satu arah di ruas jalan itu, dan rencananya bakal bertahan cukup lama: sampai 19 Juli 2026 mendatang. Penyebabnya? Ada proyek galian untuk pembangunan sistem tata air di kawasan Fatmawati.

Kalau kamu melintas ke sana sekarang, suasana jalan sudah berbeda. Beberapa spanduk dan rambu petunjuk terpasang memberi tahu para pengendara. Salah satu spanduk yang terpampang jelas berbunyi, "Sedang ada kegiatan pembangunan sistem tata air kawasan Fatmawati Jalan Haji Nawi beserta kelengkapannya."

Warga sekitar sepertinya sudah dapat kabar. Seperti Vito, pemuda 22 tahun yang akrab dengan kawasan itu. Ia mengaku dapat info soal perubahan ini dari para 'Pak Ogah' atau pemandu jalan liar yang biasa mangkal di sana.

“Saya tahunya dari teman-teman 'Pak Ogah' di sini. Katanya bakal ada galian lubang buat mengantisipasi banjir. Memang sejak beberapa hari lalu sudah dikasih tahu, mulai tanggal 10 Januari jalan jadi satu arah,” ujar Vito, Minggu (11/1).

Soal dampaknya terhadap kemacetan, Vito punya pendapat menarik. Menurutnya, arus lalu lintas memang tetap padat. Tapi sistem satu arah ini dirasanya sedikit lebih membantu ketimbang kondisi sebelumnya yang dua arah.

“Kalau mau satu arah atau dua arah sih sama aja masih macet, karena faktor pengendaranya juga. Tapi dibanding dua arah, sekarang lumayan lebih mendingan,” katanya.

Namun begitu, tidak semua merasakan hal yang sama. Nuraini, warga lain, justru merasa kondisi lalu lintas jadi semakin padat. Meski begitu, dia mencoba memahami bahwa ini diperlukan untuk proyek pengendalian banjir.

“Menurut saya malah jadi tambah macet ya. Tapi kalau memang untuk bikin saluran air biar enggak banjir, ya saya berharap ke depan enggak ada banjir lagi,” ucap Nuraini.

Dia juga mengamati masih ada kendaraan yang nekat melawan arus, mungkin karena belum sepenuhnya tahu aturan baru ini. “Masih ada yang nekat lawan arus. Mungkin karena belum tahu semua, jadi masih ada yang nerobos. Tapi sebaiknya pengendara ikuti saja aturan dulu demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Informasi resmi soal rekayasa lalu lintas ini sudah disebarkan Dishub DKI lewat Instagram. Mereka meminta pengendara menyesuaikan rute dan patuh pada jalur yang sudah ditetapkan sampai proyek selesai. Secara rinci, begini perubahan yang berlaku:

  1. Jalan Haji Nawi, dari simpang Marga Guna Raya–Radio Dalam Raya sampai simpang Haji Nawi–Haji Raya, berubah dari dua arah menjadi satu arah (Timur ke Barat).
  2. Dari Jalan Marga Guna menuju Haji Nawi/Fatmawati, pengendara dialihkan lewat Radio Dalam Raya–Haji Salim 1–H Raya–Haji Nawi.
  3. Lalu lintas dari Jalan Hidup Baru ke Marga Guna harus lewat Haji Raya–Haji Nawi Raya–Marga Guna Raya, lalu putar balik ke Radio Dalam.
  4. Kalau dari Radio Dalam Raya mau ke Haji Nawi, rutenya lewat Haji Salim 1–H Raya–Haji Nawi.
  5. Ada satu ruas yang tetap normal: Jalan Haji Nawi Raya, dari Haji Raya sampai Fatmawati, masih dua arah.

Jadi, buat yang sering melintas kawasan Fatmawati, siap-siap aja dengan perubahan ini untuk dua setengah tahun ke depan. Harapannya sih, setelah proyek beres, banjir bisa berkurang dan perjalanan jadi lebih lancar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar