Kemensos Salurkan Santunan ke 147 Ahli Waris Korban Bencana Sumatra

- Minggu, 11 Januari 2026 | 17:20 WIB
Kemensos Salurkan Santunan ke 147 Ahli Waris Korban Bencana Sumatra

BANDA ACEH - Di tengah upaya pemulihan pascabencana di Sumatra, Kementerian Sosial melaporkan telah memberikan santunan kepada ahli waris korban. Jumlahnya sudah mencapai lebih dari 147 penerima. Penyaluran ini, menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, baru bisa dilakukan setelah ada penetapan resmi dari kepala daerah setempat.

“Sampai hari ini, kita sudah salurkan lebih dari 147 kepada ahli waris,” ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya, dalam sebuah rapat koordinasi Satgas di Banda Aceh, Sabtu lalu.

“Tetapi usulan untuk yang luka-luka berat belum pernah kami terima. Semuanya ini kami salurkan setelah ditetapkan oleh kepala daerah,” tambahnya.

Proses penyaluran memang berjalan bertahap. Gus Ipul berharap data warga yang berhak segera lengkap, agar bantuan bisa lebih cepat sampai. Tanpa data yang valid dari daerah, prosesnya tentu tersendat.

Di sisi lain, pemerintah ternyata sudah menyiapkan dana yang tidak sedikit. Khusus untuk ahli waris dan korban luka, anggarannya mencapai Rp17 miliar lebih. Dana ini masuk dalam kategori bantuan sosial kebencanaan.

“Kami sudah simulasi, sudah siapkan dana-dananya,” jelasnya.

Tapi itu baru sebagian kecil dari gambaran besarnya. Rupanya, masih ada pos-pos bantuan lain yang sudah dihitung. Untuk jaminan hidup, misalnya, disiapkan dana Rp326 miliar. Lalu ada bantuan hunian, baik sementara maupun tetap, senilai Rp169 miliar. Belum lagi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terdampak, anggarannya sekitar Rp141 miliar.

Kalau dijumlah semua, kebutuhan totalnya bahkan menyentuh angka Rp2 triliun. Namun, dana yang benar-benar siap dicairkan saat ini baru lebih dari Rp600 miliar. Ada celah yang cukup lebar antara rencana dan kesiapan dana tunai.

“Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp600 miliar,” ucap Mensos.

Menghadapi situasi ini, koordinasi menjadi kunci. Kemensos mengaku terus berkomunikasi dengan Mendagri dan para kepala daerah. Tujuannya jelas: memastikan data valid dan bantuan tepat sasaran. Prosesnya mungkin terlihat lambat di lapangan, tapi klaimnya semua demi akurasi dan keadilan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar