Susu Bikin Tak Nyaman? Kenali Beda Alergi dan Intoleransi Laktosa

- Senin, 24 November 2025 | 14:36 WIB
Susu Bikin Tak Nyaman? Kenali Beda Alergi dan Intoleransi Laktosa
Membedakan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa

Banyak yang mengira alergi susu sapi dan intoleransi laktosa itu sama saja. Padahal, dua hal ini jelas berbeda, mulai dari penyebab, gejala, sampai cara mengatasinya. Memang sih, keduanya sama-sama bikin badan nggak enak habis minum susu atau makan produk olahannya. Tapi, memahami perbedaannya itu penting banget, lho. Dengan begitu, kamu bisa tahu langkah apa yang harus diambil.

Lalu, di mana letak perbedaannya?

Alergi Susu vs Intoleransi Laktosa: Beda Jauh!

Akar Masalahnya

Alergi susu sapi itu cukup sering menimpa bayi dan anak-anak. Menurut data dari Food Allergy Research & Education (FARE), angkanya mencapai 70 persen anak-anak di seluruh dunia. Intinya, sistem kekebalan tubuh mereka 'keblinger'. Protein dalam susu sapi dianggap sebagai ancaman, sehingga tubuh malah melawan dengan melepaskan antibodi. Reaksi inilah yang akhirnya memicu gejala alergi.

Di sisi lain, intoleransi laktosa itu masalahnya di enzim. Tubuh kekurangan atau bahkan nggak punya enzim laktase yang bertugas mencerna laktosa. Akibatnya, sistem pencernaan langsung 'protes' saat menerima susu atau turunannya.

Nah, soal jumlah, penderita intoleransi laktosa ternyata jauh lebih banyak, khususnya di Asia. Sebuah studi di American Journal of Human Genetics menyebutkan, di kawasan Asia Tenggara saja, prevalensinya bisa mencapai 50 hingga 90 persen dari total populasi. Cukup tinggi, bukan?

Gejala yang Muncul

Karena alergi susu melibatkan sistem imun, gejalanya bisa bermacam-macam dan muncul di mana saja. Yang ringan, kulit jadi ruam atau bentol-bentol, bibir dan mata bisa bengkak. Kalau sudah tingkat sedang, perut terasa nggak nyaman dan muntah-muntah. Parahnya lagi, bisa sampai ganggu pernapasan.

Bahkan, dalam beberapa kasus, reaksinya bisa berkembang jadi anafilaksis. Kondisi ini serius banget, menyebabkan saluran napas menyempit, tekanan darah turun drastis, dan pembengkakan di area kritis seperti tenggorokan dan lidah.

Sementara itu, intoleransi laktosa dampaknya cuma seputar pencernaan. Gejalanya relatif lebih sederhana: perut kembung penuh gas, kram, diare, atau mual yang nggak terlalu parah.

Seberapa Bisa Ditolerir?

Buat orang dengan alergi susu sapi, menghindari sama sekali adalah satu-satunya jalan. Protein susu, yang jadi biang keroknya, tetap ada meski laktosanya dihilangkan. Paparan sedikit saja bisa bikin kambuh.

Namun begitu, ceritanya lain untuk penderita intoleransi laktosa. Mereka masih punya 'jatah' toleransi, tergantung sisa enzim laktase di tubuhnya. Beberapa bahkan masih bisa menikmati yoghurt, keju, atau tentu saja, susu yang sudah bebas laktosa.

Ya, susu sapi bebas laktosa memang jadi alternatif yang aman. Prosesnya melibatkan penambahan enzim laktase ke dalam susu biasa, yang bertugas memecah laktosa menjadi gula sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.

Meski sudah diolah, nutrisinya tetap utuh. Rasa dan teksturnya pun sama enaknya dengan susu sapi biasa. Protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh masih ada di dalamnya.

Nah, kalau kamu mencari contohnya, ada MilkLife Lactose Free. Susu sapi ini diolah dengan proses enzimatis sehingga laktosanya sudah dipecah dan lebih ramah untuk pencernaan. Cocok banget untuk mereka yang intoleransi.

Proses pemecahan laktosa ini punya efek samping yang manis, secara harfiah. Rasanya jadi lebih manis alami, tanpa perlu ditambahi gula. Tapi, nutrisinya nggak berkurang.

Hadir dalam kemasan praktis 200 ml untuk konsumsi harian dan 1.000 ml untuk keluarga, MilkLife Lactose Free menjamin kesegaran dan nutrisinya. Yang pasti, perut jadi bebas kembung dan nyaman sepanjang hari.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar