Sebenarnya, gangguan besar ini pertama kali terendus dari laporan Downdetector dan The Guardian. Banyak pemilik situs mengeluh tidak bisa masuk ke dasbor mereka. Sementara pengguna biasa mengalami gagal loading ketika mencoba mengakses berbagai platform digital.
Memang sih, sebagian besar layanan tetap berjalan. Tapi peningkatan kesalahan terjadi di beberapa titik jaringan global Cloudflare. Bahkan di London, layanan enkripsi Warp sempat dimatikan karena pengguna tidak bisa tersambung ke internet melalui jaringan tersebut.
Di sisi lain, Cloudflare mengerahkan tim teknis secara penuh. Mereka berusaha menjaga lalu lintas tetap berjalan tanpa error sekaligus menyelidiki sumber lonjakan lalu lintas yang tidak biasa itu.
Kini, semua sudah kembali stabil. Cloudflare tidak mengalami masalah berarti dan berbagai platform digital yang bergantung padanya sudah beroperasi normal.
Tapi satu pertanyaan besar menggantung: seberapa siapkah kita jika kejadian serupa terulang lagi di masa depan?
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Berakhir Deadlock, Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Ganjalan
Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah: Pernyataan JK Soal Syahid Dicabut dari Konteks, Bukan Ajaran Agama
KAI Tegaskan Aksi Taruh Batu di Rel Bekasi Bisa Anjlokan Kereta
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan