Pangku Kandaskan Raksasa, Sabet Citra di FFI 2025

- Jumat, 21 November 2025 | 08:24 WIB
Pangku Kandaskan Raksasa, Sabet Citra di FFI 2025

Malam puncak Festival Film Indonesia 2025, Kamis (20/11) lalu, berhasil mencatatkan sebuah kejutan. "Pangku", film debut sutradara Reza Rahadian, berhasil menyabet penghargaan tertinggi Film Cerita Panjang Terbaik. Kemenangan ini tentu saja sangat istimewa, mengingat saingannya bukan film sembarangan. Mereka harus bersaing ketat dengan empat nominasi kuat: "Jumbo", "Pengepungan Di Bukit Duri", "Perang Kota", dan "Sore: Istri dari Masa Depan".

Suasana haru langsung terasa begitu nama "Pangku" diumumkan. Seluruh kru dan pemainnya naik ke panggung dengan raut wajah yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaan. Piala Citra akhirnya berpindah tangan.

Produser Arya Ibrahim, yang tampil untuk menerima penghargaan, tak lupa mengucap syukur.

"Pertama-tama, terima kasih tak terhingga untuk Allah. Juga untuk semua orang yang sudah percaya pada project ini sejak awal. Dan tentu saja, terima kasih sebesar-besarnya untuk Dewan Juri," ucap Arya di hadapan seluruh undangan.

Secara khusus, Arya menyampaikan apresiasi yang mendalam untuk Reza Rahadian.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk manusia hebat, yang dari awal selalu berjalan bersama, yaitu saudara saya Reza Rahadian," tuturnya penuh rasa bangga.

Lebih lanjut, Arya berharap pencapaian ini bisa memacu semangat rumah produksinya, Gambar Gerak Film, untuk terus berkarya. "Insyaallah, ini jadi motivasi buat kami untuk menghasilkan karya-karya selanjutnya yang lebih baik," tambahnya.

Produser lainnya, Gita Fara, punya sudut pandang yang berbeda. Baginya, "Pangku" bukan sekadar film.

"Ini adalah surat cinta kami untuk semua ibu di luar sana. Untuk para pahlawan yang berjuang dalam diam, memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka," jelas Gita dengan nada yang mengharukan.

Film ini sendiri mengisahkan perjalanan seorang perempuan muda bernama Sartika, yang diperankan dengan apik oleh Claresta Taufan. Dia mengandung dan meninggalkan kampung halamannya demi mencari kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, harapan indah itu sirna ketika dia justru terjebak dalam fenomena warung kopi pangku di sepanjang Pantura.

Sebelum meraih kemenangan gemilang di FFI, sebenarnya "Pangku" sudah lebih dulu mencuri perhatian di kancah internasional. Di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, film ini sukses memborong empat penghargaan sekaligus: KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award. Sebuah awal yang sangat menjanjikan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar