NTP Melonjak di Akhir 2025, Tapi Petani Perkebunan Masih Tertekan

- Senin, 05 Januari 2026 | 14:05 WIB
NTP Melonjak di Akhir 2025, Tapi Petani Perkebunan Masih Tertekan

Nilai Tukar Petani (NTP) kembali menunjukkan tren positif di penghujung tahun 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka NTP nasional pada Desember lalu mencapai 125,35. Angka itu naik 1,05 persen dibandingkan realisasi bulan November.

Kenaikan ini, menurut BPS, tak lepas dari pergerakan dua indeks kunci. Di satu sisi, indeks harga yang diterima petani (It) melonjak cukup signifikan, yakni 2,08 persen. Di sisi lain, kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih landai, hanya sebesar 1,02 persen. Selisih itulah yang mendorong NTP naik.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, membeberkan komoditas apa saja yang jadi penggerak utama.

"Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang dibayar petani nasional adalah gabah, cabai rawit, kakao atau biji coklat, dan ayam ras pedaging," jelas Pudji dalam rilisnya di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Namun begitu, ceritanya berbeda kalau kita lihat per subsektor. Tidak semua petani merasakan angin segar. Ada satu kelompok yang justru mengalami tekanan cukup dalam.


Halaman:

Komentar