Bagi Marissa, setiap kesulitan yang menghampiri rumah tangganya tak dilihat sebagai beban. Ia justru memandangnya sebagai tantangan dan pembelajaran yang harus dijalani. "Jadi selama 17 tahun ini, itu menjadi banyak sekali momen-momen atau titik-titik pembelajaran," tuturnya lagi.
Ia percaya, sebuah kesulitan tidak pernah datang sendirian. Selalu ada kebahagiaan yang mengiringinya. Filosofi inilah yang membuatnya selalu berusaha tetap tenang ketika badai masalah menerpa. "Kebahagiaan hanya akan ada dan kita bisa betul-betul rasakan, ketika kita tahu apa itu rasanya kesedihan, kesengsaraan, penderitaan, kekecewaan," ucap Marissa dengan nada yang dalam.
Karena itulah, ia sama sekali tidak menyesali pertemuannya dengan Andrew. Justru sebaliknya. Rasa terima kasih yang besar yang ia rasakan untuk semua pelajaran selama menjadi istri. "Jadi 17 tahun itu saya sangat berterima kasih bisa menjadi momen pembelajaran agar saya itu bisa terus, oke, berarti ke depannya saya ingin hidup seperti apa," tandasnya, menutup kesaksiannya dengan pandangan ke depan.
Artikel Terkait
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana