Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikap tegas. Barang bekas impor atau thrifting yang masuk secara ilegal tak akan pernah dilegalkan oleh pemerintah. Titik.
Menanggapi desakan para pedagang yang meminta aktivitas thrifting diakui secara resmi, Purbaya menyampaikan sikapnya tanpa tedeng aling-aling. "Saya nggak peduli sama pedagangnya. Pokoknya yang barang masuk ilegal saya berhentiin. Saya nggak mungkin buka pasar untuk barang-barang ilegal," tegasnya dalam acara Bloomberg Businessweek di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Bahkan ketika ada usulan agar pedagang membayar pajak sekitar 10 persen demi kelangsungan usaha, Purbaya tetap pada pendiriannya. Baginya, praktik ilegal tetaplah ilegal, sekalipun bisa mendatangkan pemasukan.
Dia lantas membuat perbandingan yang cukup mengejutkan. "Kalau Anda lihat cerita Pak Alcapone zaman dulu, impor apa dari Kanada ke Amerika? Apa aturannya beracun? Enggak, tapi karena melanggar undang-undang. Itu sama saya kerja seperti itu," ujarnya, menyamakan praktik impor ilegal dengan kegiatan mafia legendaris itu.
Di sisi lain, para pedagang thrifting tak tinggal diam. Mereka sudah menyuarakan keluh kesah langsung ke DPR, memprotes rencana penertiban yang dinilai akan mematikan mata pencaharian ribuan orang.
Artikel Terkait
Defisit APBN 2025 Melonjak, Menkeu: Ini Langkah Sengaja untuk Jaga Ekonomi
Pemerintah Perketat Skrining Kesehatan Jemaah Haji Usai Sorotan dari Arab Saudi
APBN 2025: Defisit Melebar, Purbaya Tegaskan Langkah Jaga Ekspansi Ekonomi
Prabowo Ganjarkan Bonus Rp1 Miliar per Emas SEA Games, Total Tembus Rp465 Miliar