Bos Ducati Buka Suara: Ini Penyebab Utama Francesco Bagnaia Jeblok di MotoGP Portugal 2025
Manajer Ducati Corse, Luigi "Gigi" Dall'Igna, akhirnya angkat bicara mengenai penyebab menurunnya performa Francesco Bagnaia pada MotoGP Portugal 2025. Menurut analisisnya, juara dunia dua kali itu bukan mengalami krisis kepercayaan diri, melainkan merasa tidak nyaman dengan motor yang ditungganginya.
Balapan di Sirkuit Algarve, Portimao, menjadi akhir pekan yang kelam bagi Bagnaia. Pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut harus mengalami insiden kecelakaan dan akhirnya gagal finis. Hasil ini semakin memperparah catatan buruknya dalam empat seri balapan beruntun, dimulai sejak kemenangan terakhirnya di MotoGP Jepang.
Setelah tampil dominan di Jepang, rangkaian balapan Bagnaia justru diwarnai kegagalan finis di seri Indonesia, Australia, Malaysia, dan yang terbaru adalah Portugal. Tren negatif ini tentu menimbulkan alarm bagi tim Ducati mengenai konsistensi pembalap andalan mereka.
Ducati Yakin Bukan Masalah Kemampuan Bagnaia
Di tengah kekhawatiran banyak pihak, Dall'Igna justru menyatakan keyakinannya yang tidak goyah terhadap kemampuan Pecco. Menurut sang manajer, akar masalahnya terletak pada ketidaknyamanan Bagnaia dalam mengendarai motor Desmosedici GP25.
"Kecepatan Pecco tidak pernah diragukan. Yang membuat situasinya sulit saat ini adalah kurangnya rasa percaya diri terhadap motor," jelas Dall'Igna.
Dia menegaskan bahwa ini bukanlah persoalan kondisi fisik atau motivasi Bagnaia, melainkan murni masalah perasaan sang pembalap. "Ketika seorang pembalap tidak sepenuhnya nyaman dengan motornya, dia tidak bisa mengendarainya dengan kebebasan yang dibutuhkan," tambahnya.
Upaya Ducati Mengembalikan Performa Puncak Bagnaia
Dall'Igna membeberkan bahwa tim Ducati saat ini sedang berupaya maksimal untuk mengembalikan performa Bagnaia ke level terbaiknya. Strategi yang diambil adalah dengan terus melakukan komunikasi intensif dengan Pecco untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi yang paling efektif.
"Kami sudah melakukan segalanya agar Pecco bisa kembali ke kondisi seperti tahun lalu atau seperti di Jepang, ketika semuanya terasa berjalan lancar. Kami yakin sudah bekerja ke arah yang benar; jika masih ada yang kurang, kami akan berdiskusi dan mencari tahu apa penyebabnya dan bagaimana memperbaikinya," papar Dall'Igna.
Dia kembali menekankan bahwa inti masalahnya bukan terletak pada kecepatan motor Ducati, tetapi pada hubungan dan koneksi antara pembalap dengan kendaraannya.
Dampak pada Klasemen MotoGP 2025
Akibat dari rangkaian hasil yang buruk, posisi Bagnaia dalam klasemen sementara MotoGP 2025 merosot ke peringkat keempat. Pembalap yang pernah menjadi murid Valentino Rossi ini kini tertinggal 35 poin dari Marco Bezzecchi yang berada di posisi ketiga.
Tekanan semakin besar karena Bagnaia hanya unggul tipis tiga poin dari Pedro Acosta di posisi kelima. Jika gagal bangkit di seri penutup MotoGP Valencia, bukan tidak mungkin Pecco akan tergeser lagi dan finis di luar lima besar.
Dall'Igna menutup dengan pesan optimis, "Tugas kami adalah mengembalikan rasa percaya dirinya, karena kami tahu bahwa begitu ia mendapatkannya kembali, dia akan kembali mendominasi."
Artikel Terkait
Persib Kalahkan Persita 1-0, Kokoh di Puncak Klasemen
Pelatih Persita Tegaskan Fokus Raih Poin, Abaikan Dampak Laga untuk Persija
Maarten Paes Cetak Debut Impresif, Selamatkan Ajax dari Kekalahan
Zarco Yakin Marquez Tetap Tak Terkalahkan di MotoGP 2026