Pencapaian produksi 3,2 juta unit mobil tersebut didukung oleh kontribusi lebih dari 4.700 tenaga kerja lokal serta dukungan dari lebih dari 800 perusahaan pemasok komponen domestik. Sekitar 32 persen di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tidak hanya mengandalkan pasar domestik, Suzuki Indonesia telah aktif melakukan ekspor sejak 1993. Hingga saat ini, lebih dari 800 ribu mobil buatan Indonesia telah dikirim ke berbagai pasar internasional, mencakup kawasan Asia, Amerika Latin, Eropa, dan Oceania. Model yang diekspor antara lain Ertiga, XL7, APV, dan Carry.
Memasuki fase baru, Suzuki menargetkan ekspor lebih dari 30 ribu unit dalam tiga tahun mendatang untuk model Fronx ke negara-negara ASEAN. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi Suzuki untuk memperkuat Indonesia sebagai hub regional dalam rantai pasok dan distribusi kendaraan rakitan.
"Ini akan menjadi sebuah hal yang signifikan untuk memperkuat bisnis ekspor Suzuki di Indonesia, mengikuti perkembangan domestik yang berhasil. Mari kita membuat kendaraan di Indonesia dengan kebanggaan," pungkas Amano.
Artikel Terkait
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS
Inspirasi Ceramah Singkat Ramadhan: Dari Kejujuran hingga Empati Sosial
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika
Deva Mahenra Pulang ke Makassar untuk Antar Nenek ke Peristirahatan Terakhir