John Anis juga memberikan apresiasi atas langkah strategis pemerintah Indonesia yang telah menandatangani perjanjian pengakuan bersama (mutual recognition agreement) dengan lembaga standar karbon internasional ternama seperti Gold Standard dan Verra. Langkah ini dinilai sangat penting untuk membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia dalam berkontribusi pada pasar karbon global.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan peran strategis Pertamina NRE dalam mendukung pengembangan bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) yang diluncurkan pemerintah pada September 2023 lalu.
Sumber dan Teknologi Penghasil Kredit Karbon
PLTBg Sei Mangkei, yang beroperasi sejak 2020, merupakan buah kolaborasi antara Pertamina NRE dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III). Kredit karbon dihasilkan melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) dengan teknologi covered lagoon. Proses ini tidak hanya menghasilkan energi listrik terbarukan dari biogas tetapi juga mencegah emisi gas metana yang berpotensi dilepaskan ke atmosfer.
Komitmen Berkelanjutan Pertamina NRE
Kesuksesan penjualan kredit karbon dari PLTBg Sei Mangkei ini melanjutkan tren positif dari pencapaian sebelumnya. Pertamina NRE telah sukses menjual seluruh kredit karbon perdananya yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 dengan volume mencapai 864.209 ton CO2e.
Kedepannya, Pertamina NRE berkomitmen untuk terus aktif menerbitkan kredit karbon dari portofolio energi terbarukannya. Rencana terdekat adalah menerbitkan Volume 3 kredit karbon dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dengan estimasi volume sebesar 465.131 ton CO2e.
Artikel Terkait
Kebakaran Terra Drone: Polisi Buka Kemungkinan Ada Tersangka Baru
Mawa Tolak Damai, Pilih Jalan Hukum untuk Kasus Insanul dan Inara
Pertamina Tutup 2025 dengan Distribusi Subsidi Nyaris Sempurna, Pertamax Green Melonjak 117%
Banjir dan Longsor Sapu 22 Desa di Halmahera Utara, Akses Bantuan Terkendala