BMKG Sumbar Lakukan Rekayasa Cuaca untuk Bantu Operasi SAR dan Pemulihan

- Minggu, 14 Desember 2025 | 00:45 WIB
BMKG Sumbar Lakukan Rekayasa Cuaca untuk Bantu Operasi SAR dan Pemulihan

BMKG Turun Tangan Atasi Cuaca Ekstrem di Sumbar

Operasi pencarian dan perbaikan pascabencana di Sumatra Barat terkendala cuaca. Hujan hampir tiap hari, deras. Ini bukan cuma soal genangan, tapi langsung mengancam keselamatan para petugas di lapangan dan menghambat pekerjaan.

Kondisinya memang serba sulit. Tim SAR dan pekerja proyek harus ekstra waspada. Ancaman itu nyata: longsor susulan bisa datang kapan saja, banjir kiriman, atau sungai yang tiba-tiba meluap. Semua itu bikin proses pemulihan jalan dan jembatan jadi tersendat-sendat.

Nah, untuk mengatasi hal itu, BMKG Sumbar akhirnya memutuskan untuk melakukan rekayasa cuaca. Langkah ini diambil meski sebenarnya, secara klimatologis, Desember masih puncak musim hujan di wilayah tersebut. Tapi keadaan memaksa.

Rekayasa akan difokuskan di titik-titik rawan, terutama lokasi utama operasi SAR dan proyek infrastruktur.

“Rekayasa cuaca ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan di area tertentu sehingga operasi SAR dan pengerjaan infrastruktur dapat berjalan lebih aman dan sesuai target,”

Penjelasan itu datang dari Deputi Infrastruktur BMKG, Michael Andreas Purwoadi, seperti dikutip Sabtu (13/12/2025).

Dia menambahkan, operasi ini rencananya bakal berlangsung sampai tanggal 22 Desember nanti. Tentunya dengan koordinasi ketat antar instansi terkait. Tujuannya jelas, biar upaya yang dilakukan efektif dan tetap aman untuk semua pihak di lapangan.

Pemerintah berharap besar pada langkah ini. Dengan cuaca yang lebih bersahabat, pemulihan akses jalan dan fasilitas umum lainnya bisa dipercepat. Yang tak kalah penting, risiko bagi petugas dan masyarakat di lokasi bencana pun diharapkan bisa ditekan.

Jadi, ini upaya manusia mengakali alam demi keselamatan dan percepatan pemulihan. Kita lihat saja hasilnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar