Pertamina NRE Sukses Jual Kredit Karbon Baru, Bukti Pasar Indonesia Semakin Bergairah
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menunjukkan kontribusinya dalam transisi energi dengan menerbitkan kredit karbon baru berkualitas tinggi. Volume kredit karbon yang diterbitkan mencapai 35.475 ton karbon dioksida ekuivalen (ton CO2e), yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Dampak positif dari penerbitan kredit karbon ini setara dengan mengeluarkan lebih dari 8.000 mobil berbahan bakar bensin dari jalanan. Secara alternatif, pencapaian ini juga sebanding dengan manfaat yang dihasilkan dari menanam 570.000 pohon dewasa setiap tahunnya.
Kredit Karbon Laris di Pasar Domestik
Respon pasar terhadap kredit karbon terbaru Pertamina NRE sangat positif. Dari total volume 35.475 ton CO2e, sebanyak 90,4% atau setara dengan 32.060 ton CO2e telah berhasil terjual. Pembelinya berasal dari beragam perusahaan nasional terkemuka di sektor perbankan, perdagangan, dan industri ekstraktif.
CEO Pertamina NRE, John Anis, mengungkapkan keoptimisannya terhadap perkembangan pasar karbon domestik. "Tingginya permintaan terhadap kredit karbon ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Indonesia. Kami yakin perdagangan karbon nasional akan semakin berkembang pesat, terutama dengan dukungan regulasi yang semakin matang," ujarnya.
Artikel Terkait
Kebakaran Terra Drone: Polisi Buka Kemungkinan Ada Tersangka Baru
Mawa Tolak Damai, Pilih Jalan Hukum untuk Kasus Insanul dan Inara
Pertamina Tutup 2025 dengan Distribusi Subsidi Nyaris Sempurna, Pertamax Green Melonjak 117%
Banjir dan Longsor Sapu 22 Desa di Halmahera Utara, Akses Bantuan Terkendala