"Tiba-tiba semuanya menjadi dipaksakan, dia menjadi wakil presiden," ujarnya.
Membandingkan Kualitas Gibran dengan Wakil Presiden Sebelumnya
Prof Henri juga membandingkan kualitas Gibran dengan para Wakil Presiden Indonesia sebelumnya. Ia menyebut nama-nama besar seperti B.J. Habibie, Mohammad Hatta, Jenderal Umar Wirahadikusumah, dan Adam Malik.
Menurutnya, kualitas Gibran belum sepadan dengan para pendahulunya yang memiliki rekam jejak dan kualifikasi mumpuni di bidangnya masing-masing.
Menyoroti Rekayasa di Mahkamah Konstitusi
Henri dengan tegas menyebut adanya rekayasa dalam proses pencalonan Gibran, khususnya yang berkaitan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi. Hal inilah yang menjadi salah satu sumber kekecewaannya yang paling mendalam.
Ia menutup pernyataannya dengan menyebutkan bahwa berbagai persoalan yang muncul di akhir era Jokowi kini menjadi tugas Presiden Prabowo Subianto untuk membenahinya.
Artikel Terkait
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI
Kata Cangkem Dahnil Anzar Picu Gelombang Tuntutan Pencopotan
Desakan Pencopotan Dahnil Menguat, dari Internal Muhammadiyah
Kritik PBNU: Respons Dahnil Dinilai Abaikan Etika Pejabat Publik