Presiden Prabowo Subianto punya gebrakan baru. Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, ia mengumumkan bahwa direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini boleh diisi oleh warga negara asing. Kebijakan ini, menurutnya, bagian dari upaya mendongkrak kelas pengelolaan BUMN ke standar internasional.
"Kita ingin manajemen yang sesuai dengan standar internasional," tegas Prabowo.
Ia menyatakan, Badan Pengelola Investasi Danantara yang membawahi BUMN diizinkan merekrut ekspatriat. Tujuannya jelas: mendatangkan pemikir dan eksekutif terbaik.
Di sisi lain, langkah ini langsung diikuti dengan aturan pengawasan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewajibkan para direksi WNA itu untuk melaporkan harta kekayaannya. Ini jadi semacam pengaman, agar transparansi tetap terjaga di tengah kebijakan baru yang cukup berani ini.
Artikel Terkait
Ibu Kota Lumpuh: Tol Jagorawi hingga Japek Tersendat Total
Von Bertambah Berat, Hakim Djuyamto Malah Dihukum 12 Tahun Penjara
Buronan Interpol Riza Chalid Diduga Bersembunyi di Negara ASEAN
Amelia Anggraini Soroti Dua Agenda Krusial dalam Pertemuan Prabowo-Trump