Ibu Kota Lumpuh: Tol Jagorawi hingga Japek Tersendat Total

- Rabu, 04 Februari 2026 | 08:00 WIB
Ibu Kota Lumpuh: Tol Jagorawi hingga Japek Tersendat Total

Macet lagi. Pagi ini, sejumlah ruas tol yang mengarah ke Jakarta kembali tersendat oleh lautan kendaraan. Salah satu titik terparah terjadi di Tol Jagorawi, di mana arus lalu lintas nyaris tak bergerak.

Melalui akun X-nya, Jasa Marga mengonfirmasi kondisi ini. Mereka melaporkan kepadatan panjang di beberapa segmen.

"Tol Jagorawi TMII KM 05 - Kali Cipinang KM 03 padat, kepadatan volume lalin di lajur pemisah keluar UKI / Kodam. Cililitan KM 02 - Cawang KM 00 padat, kepadatan volume lalin,"

Begitu bunyi keterangan resmi yang mereka rilis pada Rabu (4/2/2026). Untuk mengurai kemacetan, petugas terpaksa mengambil langkah darurat. Mereka memberlakukan contraflow atau arus balik di ruas Cimanggis KM 17 200 hingga Cipayung KM 08 800, tepatnya di lajur kanan jalan.

Namun begitu, masalah tak cuma berhenti di Jagorawi. Di seberang kota, Tol Japek pun tak kalah ruwet. Arus menuju Cawang dari Halim Km 01 macet total, lagi-lagi dipicu membludaknya jumlah kendaraan yang masuk.

Sementara arah berlawanan, yaitu menuju Cikampek, kondisinya serupa. Lalu lintas tersendat parah dari kawasan Bekasi. Jasa Marga menyebut titik padat terjadi dari Bekasi Barat KM 12 hingga KM 14, dan berlanjut di Bekasi Timur KM 16 sampai Tambun KM 19. Penyebabnya sama: volume kendaraan yang luar biasa tinggi.

Belum selesai di situ, kemacetan juga merambat ke Tol Janger. Laporan menyebutkan sejumlah titik seperti Karang Tengah KM 11 hingga Kunciran KM 13 500 mengalami kepadatan yang signifikan.

"Karawaci KM 21 - Tangerang KM 20 padat, kepadatan volume lalin. Tangerang KM 19 - Karang Tengah KM 10 200 padat, kepadatan volume lalin. Kembangan KM 08 - Kebon Jeruk KM 03 400 padat, kepadatan volume lalin,"

Tambahan rincian itu semakin melengkapi gambaran pagi yang kacau bagi para pengendara. Rupanya, hampir semua gerbang masuk ibu kota hari ini berwarna merah padat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar