Penggalian Bawah Tanah Israel: Fondasi Al-Aqsha Retak, Benarkah Runtuh?

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Penggalian Bawah Tanah Israel: Fondasi Al-Aqsha Retak, Benarkah Runtuh?

Ancaman Penggalian Israel Rusak Fondasi Masjid Al-Aqsha, Peringatan dari Syekh Ikrima Sabri

Yerusalem - Syekh Ikrima Sabri, Khatib Masjid Al-Aqsha dan Ketua Dewan Islam Tertinggi Yerusalem, mengeluarkan peringatan keras mengenai ancaman serius terhadap Masjid Al-Aqsha. Ancaman ini berasal dari penggalian intensif Israel yang terus dilakukan di bawah dan sekitar kompleks suci tersebut.

Perang Sistematis terhadap Masjid Al-Aqsha

Syekh Sabri menegaskan bahwa yang terjadi adalah perang sistematis untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dan mengubah karakter serta identitas Islamnya. Ia menyoroti keheningan mencurigakan komunitas internasional terhadap berbagai pelanggaran berbahaya ini.

Dampak Penggalian terhadap Struktur Bangunan

Otoritas Israel disebut sedang menyiapkan infrastruktur yang dapat merusak fondasi Masjid Al-Aqsha, menyebabkan retakan pada dinding dan lantai halaman. Menurut Syekh Sabri, ini merupakan bagian dari proyek besar Yahudisasi untuk membangun Bait Suci versi mereka di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha.

Keteguhan Warga Palestina di Tengah Pembatasan

Peringatan ini disampaikan saat puluhan ribu jemaah menghadiri salat Jumat di Masjid Al-Aqsha. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan salat jenazah in absentia untuk syuhada di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Meski menghadapi pengamanan ketat dan pembatasan akses, ribuan warga Palestina tetap datang dari berbagai wilayah untuk menunaikan salat Jumat. Kehadiran mereka menunjukkan keteguhan dalam mempertahankan hak atas Masjid Al-Aqsha.

Respons Israel dengan Kebijakan Represif

Sebagai respons terhadap kerumunan besar, pasukan Israel memberlakukan pembatasan tambahan dengan memasang penghalang besi di berbagai pintu masuk Kota Tua dan area Masjid Al-Aqsha. Mereka juga menangkap sejumlah pemuda, menahan kartu identitas, dan mencegah banyak warga masuk ke dalam kompleks masjid.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar