Acara Daihatsu Kumpul Sahabat di Malang kemarin ramai banget. Nggak cuma jadi tempat kumpul-kumpul buat komunitas dan penggemar, tapi juga seperti pameran kecil. Deretan mobil lawas sampai yang anyar berjejer, jadi sumber inspirasi buat yang mau modifikasi.
Di antara semua yang dipamerin, satu unit langsung narik perhatian: Daihatsu Taft F10 milik Anto. Yang bikin spesial, mobil ini masih terlihat original banget, persis kayak baru keluar dari pabrik puluhan tahun lalu. SUV lawas keluaran 1977 itu memang sudah direstorasi, tapi Anto bilang dia mati-matian menjaga agar spesifikasinya sedekat mungkin dengan kondisi awal.
“Prosesnya nggak gampang, soalnya nyari onderdil asli itu susah,” ujar Anto.
Dia menjelaskan, butuh waktu dan kesabaran ekstra untuk mengembalikan mobil ini ke wujud semula.
Ngomong-ngomong soal Taft F10, model ini pertama kali meluncur di dunia pada 1974. Bisa dibilang, inilah SUV pertama yang diproduksi Daihatsu. Baru sekitar tahun 1976 mobil ini resmi masuk Indonesia, langsung jadi pionir di segmennya.
Desainnya waktu itu memang beda sendiri. Kalau dibandingin sama SUV kecil hingga menengah di era yang sama, Taft F10 punya karakter unik. Salah satunya, ya, mesinnya yang mungil: cuma 958 cc. Bayangin aja, mesin sekecil itu untuk sebuah SUV.
Ini jadi kontras banget sama pesaingnya kala itu, kayak Mitsubishi Jeep atau Jeep CJ-5. Rival-rivalnya itu pada pakai mesin dengan kapasitas dua sampai tiga kali lebih gede. Makanya, kehadiran Taft F10 dengan konsep minimalisnya dulu dianggap cukup menarik.
Lantas, gimana caranya mobil dengan mesin sekecil itu bisa punya tenaga cukup? Rahasianya ada di rasio transmisi. Girboks, transfer case, sampai final gear-nya dirancang dengan rasio yang kasar. Alhasil, performa mobil ini lebih mengandalkan tarikan gir, bukan semata-mata tenaga mesin.
Dari bodi dan sasis, Taft F10 ini kental banget nuansa jadulnya. Pakai sasis tangga yang kaku, ditambah gardan solid di depan dan belakang. Suspensinya? Masih pakai per daun di semua roda. Jadi, rasa berkendaranya itu rigid dan autentik, persis SUV lawas pada umumnya.
Perkembangannya, pada 1977 Daihatsu di Jepang meluncurkan penyempurnaan, yaitu model F20 yang sudah dibekali mesin 1.600 cc dari Toyota. Ada juga varian diesel DG atau F50 yang kemudian baru masuk ke Indonesia sekitar 1979.
Nah, yang menarik, meski versi baru sudah muncul, pasar Indonesia justru tetap setia dengan F10 spesifikasi asli. Baru setelah produksinya dihentikan, posisinya digantikan oleh F50. Fakta ini bikin Taft F10 yang ada di sini jadi model paling tua dan sekarang termasuk yang paling susah dicari. Barang langka, pokoknya.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun