Sebenarnya, wacana perekrutan orang asing ini bukan sekadar wacana lagi. Sebelum pengumuman resmi dari Presiden, beberapa BUMN sudah lebih dulu bergerak. PT Garuda Indonesia, misalnya, sudah mengangkat dua direktur berkewarganegaraan asing. Balagopal Kunduvara memegang pos Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, sementara Neil Raymond Mills menjabat Direktur Transformasi.
Prabowo juga menyinggung soal restrukturisasi besar-besaran. Danantara, yang saat ini mengelola lebih dari seribu BUMN, rencananya akan melakukan pemangkasan. Jumlahnya bakal ditekan drastis, menjadi hanya sekitar tiga ratus perusahaan.
"Kita akan terus pangkas. Kita akan melakukan rasionalisasi, kita akan hilangkan inefisiensi," ujarnya.
Jadi, dua hal ini berjalan beriringan: menyederhanakan struktur BUMN sambil membuka pintu lebar-lebar untuk talenta global. Sebuah langkah ambisius yang konsekuensinya baru akan terlihat di kemudian hari.
Artikel Terkait
Hari Keduabelas Pasca-Longsor, Tiga Kantong Jenazah Lagi Ditemukan di Pasirlangu
Jet Tempur AS Tembak Drone Iran, Tapi Perundingan Tetap Jalan
Keluarga Pelaku Bawa Balita Saat Curi Paket Kurir di Kalibata
Menguak Sejarah 4 Februari: Dari Piagam Paris hingga Perjuangan Melawan Kanker