Jet tempur siluman Amerika Serikat baru saja menembak jatuh sebuah drone milik Iran. Insiden itu terjadi di dekat kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Namun begitu, ketegangan ini rupanya tidak membatalkan rencana perundingan antara kedua negara. Pemerintah AS menegaskan, pertemuan dengan pejabat Iran masih dijadwalkan untuk pekan ini.
Kepastian itu datang langsung dari Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt. Saat berbicara kepada para wartawan di Washington, Leavitt menyatakan perundingan masih berjalan sesuai rencana.
"Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus Steve Witkoff, dan perundingan ini hingga saat ini masih dijadwalkan," ujarnya.
Dia menambahkan, pertemuan antara Washington dan Teheran akan berlangsung pada akhir pekan ini. "Presiden Trump selalu ingin mengutamakan diplomasi terlebih dahulu, tetapi jelas dibutuhkan kerja sama kedua pihak," kata Leavitt lagi.
Menurut sejumlah saksi yang memahami persiapan ini, lokasi pertemuan kemungkinan besar di Turki. Steve Witkoff yang ditunjuk Trump sebagai negosiator untuk konflik global direncanakan akan bertemu dengan delegasi Iran di sana.
Rencananya, pertemuan digelar di Istanbul pada Jumat mendatang. Tapi, laporan terbaru menyebut ada kemungkinan perubahan. Sebuah sumber regional mengungkapkan Iran justru meminta agar perundingan dipindahkan ke Oman, bukan lagi di Turki. Sampai saat ini, pihak AS sendiri belum memberikan tanggapan resmi soal permintaan perubahan lokasi itu.
Artikel Terkait
Menlu Iran Tiba di Beijing di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel, China Jadi Mitra Kunci
Ade Armando Mundur dari PSI, Sebut Ingin Lindungi Partai dari Serangan
UEA Tuding Iran Dalang Serangan Rudal dan Drone, Teheran Bantah Keras
Trump Hentikan Sementara Operasi Militer di Selat Hormuz Usai Klaim Capai Kesepakatan dengan Iran