UEA Tuding Iran Dalang Serangan Rudal dan Drone, Teheran Bantah Keras

- Rabu, 06 Mei 2026 | 08:00 WIB
UEA Tuding Iran Dalang Serangan Rudal dan Drone, Teheran Bantah Keras

Uni Emirat Arab (UEA) menuding Iran sebagai dalang di balik rentetan serangan rudal dan drone yang menyasar wilayahnya, sebuah tuduhan yang langsung dibantah keras oleh Teheran. Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan telah mencegat setidaknya 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran sepanjang Senin (4/5). Insiden tersebut dilaporkan melukai tiga orang.

Kementerian Luar Negeri UEA langsung bereaksi dengan menyebut serangan udara itu sebagai eskalasi serius yang mengancam langsung keamanan negara. Tidak tinggal diam, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem al-Budaiwi, pun mengutuk keras tindakan Iran. Ia mengecap serangan tersebut sebagai “tindakan agresi serius dan eskalasi secara terang-terangan”.

Sementara itu, gelombang kecaman datang dari sejumlah negara Arab. Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Yordania kompak menyuarakan penolakan terhadap aksi militer Teheran. Salah satu serangan drone bahkan dilaporkan memicu kebakaran di kompleks Zona Industri Minyak Fujairah, sebuah pusat energi utama yang terletak di pantai timur UEA.

Arab Saudi menjadi salah satu yang paling vokal. Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan kecaman dan penolakan keras terhadap Iran yang menargetkan fasilitas sipil dan ekonomi di UEA, termasuk sebuah kapal milik perusahaan Emirat. Riyadh juga menyatakan solidaritas penuh dengan UEA dalam upaya melindungi kedaulatan dan keamanannya, seraya mendesak Iran untuk segera menghentikan serangan.

Di sisi lain, Qatar mengecam serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan UEA dan ancaman serius terhadap keamanan serta stabilitas kawasan”. Kementerian Luar Negeri Qatar secara spesifik menuduh Iran telah menargetkan situs dan fasilitas sipil di negara sahabat itu menggunakan rudal dan drone.

Mesir pun turut angkat bicara. Kairo tidak hanya mengutuk Iran, tetapi juga menyatakan “solidaritas dan dukungan penuh” terhadap langkah-langkah yang akan diambil UEA selanjutnya. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Mesir memperingatkan dampak sangat berbahaya dari serangan tersebut, yang dinilai sebagai eskalasi serius yang justru menghambat upaya meredakan ketegangan dan melanggar prinsip hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar