Belajar Lesahan di Beranda: Nasib 248 Siswa SDN Tlagah 2 Menunggu Janji Rehab 2026

- Rabu, 14 Januari 2026 | 15:35 WIB
Belajar Lesahan di Beranda: Nasib 248 Siswa SDN Tlagah 2 Menunggu Janji Rehab 2026

Hujan deras mengguyur, angin mengamuk. Dan di SDN Tlagah 2, Bangkalan, empat ruang kelas tak kuasa menahan beban. Mereka ambruk. Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu langsung mengacaukan aktivitas belajar ratusan siswa. Kini, beranda rumah warga sekitar terpaksa dijadikan ruang kelas darurat.

Suasananya jauh dari kata ideal. Tanpa meja atau kursi, anak-anak itu duduk lesehan berjam-jam. Mereka menulis dengan posisi membungkuk, berusaha menyerap pelajaran di tengah kondisi yang serba tak nyaman. Sungguh pemandangan yang memilukan.

Dari total 248 siswa, hampir separuhnya harus menempuh pembelajaran darurat seperti ini. Sementara itu, siswa kelas satu hingga tiga masih bertahan di ruang kelas yang tersisa. Meski masih berdiri, kondisi ruangan itu mulai mengkhawatirkan. Setiap hari dijalani dengan was-was.

Lantas, apa penyebab bangunan itu bisa roboh? Menurut penjelasan Dinas Pendidikan Bangkalan, sekolah ini adalah SD Inpres yang dibangun awal 1980-an. Usianya sudah sangat tua. Struktur yang lapuk itu kemudian dipukul oleh cuaca ekstrem, hingga akhirnya runtuh.

Namun begitu, masalahnya ternyata lebih dalam. Konon, status lahannya dulu sempat tersangkut sengketa. Hal ini membuat sekolah tersebut seperti terabaikan, tak pernah mendapat suntikan dana untuk rehabilitasi.

Untungnya, kabar buruk itu tidak berlanjut. Status lahan kini sudah jelas kepemilikannya, yakni di bawah Pemkab Bangkalan. Dengan status yang sudah bersih, proposal untuk rehabilitasi total akhirnya bisa diajukan. Sayangnya, anggarannya baru akan turun di tahun 2026. Sambil menunggu, para siswa dan guru terpaksa mengungsi ke rumah warga atau lokasi lain yang memungkinkan.

Moh Ali Yusri, Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan, mencoba memberikan pencerahan. Ia menegaskan bahwa usulan revitalisasi sudah masuk.

"Sudah kami usulkan melalui revitalisasi Tahun 2026, program prioritas nasional juga terkait sarana dan prasarana sekolah sudah kami komunikasikan juga dengan pusat. Insya Allah dalam waktu dekat ini ada kabar baik sehingga SDN 2 Tlaga ini bisa segera kita perbaiki,"

Harapan serupa bergema dari para siswa. Rifki Ashrofi, seorang siswa kelas VI, dengan polos menyuarakan keinginannya.

"Harapannya saya dan kawan-kawan bisa belajar dengan nyaman,"

Kata-katanya sederhana, tapi punya bobot yang berat. Ia dan ratusan temannya hanya ingin kembali ke ruang kelas yang layak, belajar tanpa harus terus berpindah-pindah tempat. Mereka menunggu janji perbaikan itu benar-benar terwujud.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar