Hujan deras mengguyur, angin mengamuk. Dan di SDN Tlagah 2, Bangkalan, empat ruang kelas tak kuasa menahan beban. Mereka ambruk. Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu langsung mengacaukan aktivitas belajar ratusan siswa. Kini, beranda rumah warga sekitar terpaksa dijadikan ruang kelas darurat.
Suasananya jauh dari kata ideal. Tanpa meja atau kursi, anak-anak itu duduk lesehan berjam-jam. Mereka menulis dengan posisi membungkuk, berusaha menyerap pelajaran di tengah kondisi yang serba tak nyaman. Sungguh pemandangan yang memilukan.
Dari total 248 siswa, hampir separuhnya harus menempuh pembelajaran darurat seperti ini. Sementara itu, siswa kelas satu hingga tiga masih bertahan di ruang kelas yang tersisa. Meski masih berdiri, kondisi ruangan itu mulai mengkhawatirkan. Setiap hari dijalani dengan was-was.
Lantas, apa penyebab bangunan itu bisa roboh? Menurut penjelasan Dinas Pendidikan Bangkalan, sekolah ini adalah SD Inpres yang dibangun awal 1980-an. Usianya sudah sangat tua. Struktur yang lapuk itu kemudian dipukul oleh cuaca ekstrem, hingga akhirnya runtuh.
Namun begitu, masalahnya ternyata lebih dalam. Konon, status lahannya dulu sempat tersangkut sengketa. Hal ini membuat sekolah tersebut seperti terabaikan, tak pernah mendapat suntikan dana untuk rehabilitasi.
Artikel Terkait
Seribu Taruna KKP Diterjunkan ke Medan Bencana Sumatra
Truk Angkut Beras Terjun ke Sungai di Genuk, Sopir Tewas Terjebak
AS Bentuk Komite Teknokrat Palestina untuk Kelola Gaza, Hamas Masih Jadi Tanda Tanya
Ferrari dan Harley Davidson Jadi Saksi Bisu di Sidang Suap Tipikor