Untungnya, kabar buruk itu tidak berlanjut. Status lahan kini sudah jelas kepemilikannya, yakni di bawah Pemkab Bangkalan. Dengan status yang sudah bersih, proposal untuk rehabilitasi total akhirnya bisa diajukan. Sayangnya, anggarannya baru akan turun di tahun 2026. Sambil menunggu, para siswa dan guru terpaksa mengungsi ke rumah warga atau lokasi lain yang memungkinkan.
Moh Ali Yusri, Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan, mencoba memberikan pencerahan. Ia menegaskan bahwa usulan revitalisasi sudah masuk.
Harapan serupa bergema dari para siswa. Rifki Ashrofi, seorang siswa kelas VI, dengan polos menyuarakan keinginannya.
Kata-katanya sederhana, tapi punya bobot yang berat. Ia dan ratusan temannya hanya ingin kembali ke ruang kelas yang layak, belajar tanpa harus terus berpindah-pindah tempat. Mereka menunggu janji perbaikan itu benar-benar terwujud.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Manuver Eggi Sudjana Justru Perkuat Soliditas Tim
Jembatan Sarinah Dibongkar Pasang, Nanti Integrasi Langsung dengan Halte TransJakarta
Nenek 80 Tahun Diperiksa 4 Jam, Ungkap Kejanggalan Peralihan Tanah dalam Hitungan Hari
Nilai Matematika 36,10: Alarm Keras bagi Pondasi Nalar Pendidikan Indonesia