Sejak pagi tadi, suasana Mapolres Pekalongan Kota tampak tak biasa. Sejumlah pejabat Pemkab Pekalongan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh tim KPK. Pemeriksaan ini diduga kuat berkaitan dengan operasi tangkap tangan yang sebelumnya menjaring Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Di halaman mapolres, beberapa mobil dinas berpelat merah terlihat terparkir. Menurut pantauan, setidaknya ada lima kendaraan dinas milik pemkab. Empat di antaranya ada di dalam halaman, sementara satu unit lagi terparkir di tepi Jalan Diponegoro.
Rincian mobilnya antara lain Toyota Rush G 1269 XB, Avanza G 1090 XB, lalu Toyota Rush dengan nomor polisi G 1223 XB, G 84 B, dan G 1256 XB. Kehadiran mereka menguatkan spekulasi bahwa pemeriksaan melibatkan sejumlah pejabat kunci.
Dan memang, dari informasi yang beredar, ada empat pejabat tinggi pemkab yang sedang diperiksa di lantai dua gedung tersebut. Tiga orang diketahui menjabat sebagai kepala dinas, dan satunya lagi adalah seorang kepala bagian.
Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, membenarkan kegiatan itu.
"Iya benar ada pemeriksaan dari KPK. Ada dua ruangan yang digunakan yaitu di aula dan posko, semuanya di lantai dua," ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, KPK hanya meminjam tempat. Soal siapa yang diperiksa dan materi apa, pihak kepolisian mengaku tak mendapat informasi.
"Saya tidak tahu siapa-siapa yang diperiksa dan materinya juga tidak tahu," tegas Purno Utomo.
Pemeriksaan ini seolah menjadi babak lanjutan dari OTT yang mengguncang kota itu. Ruang aula lantai dua Mapolres, yang biasanya sepi, kini menjadi pusat perhatian.
Artikel Terkait
Shakira Kembali ke Panggung Piala Dunia 2026, Tampil di Upacara Pembukaan Meksiko
BNN Amankan 10 WNI di Bandara Soetta Usai Tes Urine Positif Narkoba Sepulang dari Bangkok
KPK Kembali Tangkap Lima ASN BPK dalam Pengembangan Kasus Suap Bupati Muara Enim
Bahrain Hancurkan Rudal dan Drone Iran, Tuding Serangan ke Wilayah Sipil sebagai Tindakan Kriminal