Peran Gibran Rakabuming Raka Dinilai Belum Maksimal, Hendri Satrio: "Harus Dipaksa Bekerja"
Setahun pemerintahan berjalan, peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai belum terlihat maksimal. Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menyoroti pentingnya Gibran diberi tanggung jawab lebih besar oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensat, menegaskan bahwa Gibran perlu diberikan pekerjaan yang nyata agar kontribusinya lebih signifikan dan tidak sekadar menjadi pelengkap dalam struktur pemerintahan.
Seruan untuk Pemberian Tugas yang Nyata
"Gibran itu sebagai wakil presiden, dia harus dipaksa untuk kerja. Harus dikasih kerjaan dia, kalau enggak buang-buang duit negara ini," tegas Hensat dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa Gibran harus benar-benar berkecimpung dalam pemerintahan. Meskipun ada kemungkinan Prabowo enggan melibatkan wakil presiden secara penuh, Hensat menekankan bahwa hal ini penting untuk dilakukan.
Pentingnya Kontribusi di Luar Peran Simbolis
Founder lembaga survei Kedai Kopi itu menegaskan bahwa peran seorang wakil presiden harus lebih dari sekadar simbolis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa anggaran negara yang dialokasikan untuk posisi wakil presiden memberikan nilai dan manfaat yang sebenarnya.
"Kalau cuma jadi pelengkap tanpa kontribusi nyata, itu sama saja buang-buang duit negara," tutup Hensat, mengingatkan pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan anggaran negara.
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo