Lewat akun Truth Social-nya, Donald Trump mengeluarkan peringatan keras. Mantan Presiden AS itu secara tegas melarang Israel untuk kembali melancarkan serangan bom di Lebanon. "Cukup sudah!!!" tulisnya, menegaskan bahwa Amerika Serikat yang melarang.
Pernyataan bernada ultimatum ini muncul tak lama setelah Trump mengumumkan adanya gencatan senjata di Lebanon, yang rencananya bakal berlangsung selama sepuluh hari. Rupanya, situasi di wilayah itu masih jadi perhatian utamanya.
"Israel tidak akan lagi membom Lebanon," tegas Trump. Ia menilai agresi militer Israel di sana sudah lebih dari cukup.
Menariknya, Trump tampaknya ingin memisahkan dua masalah yang sering dianggap berkaitan. Menurut sejumlah laporan, ia menyebut bahwa situasi di Lebanon termasuk keberadaan kelompok Hizbullah akan ditangani secara terpisah dari urusan dengan Iran. Ia berjanji akan menanganinya dengan "cara yang tepat".
"Situasi di Lebanon dan keberadaan kelompok bersenjata Hizbullah di negara itu akan ditangani secara terpisah dari Iran dan dengan cara yang tepat," kata Trump.
Langkah ini, tentu saja, langsung menarik perhatian banyak pihak. Di satu sisi, ia mendesak penghentian kekerasan. Namun di sisi lain, ia juga memberi isyarat akan pendekatan khusus terhadap kelompok bersenjata di Lebanon, tanpa mengaitkannya langsung dengan rival utama AS di Timur Tengah, Iran. Sebuah langkah yang patut diamati perkembangannya.
Artikel Terkait
Ketua MPR Apresiasi Transformasi Krakatau Steel, Sebut Aset Strategis Nasional
Komisi II DPR Minta Maaf Usai Ketua Ombudsman Terjerat Korupsi
Panitia Cek Rute Kemala Run 2026, Libatkan Pejabat Tinggi Polri untuk Pastikan Keamanan
Pemerintah Tegaskan Tiga Lahan di Tanah Abang Aset Negara untuk Perumahan Rakyat