"Seorang preman bisa jujur menceritakan tindak kriminalnya, tapi kejujuran itu tidak berintegritas. Yang dibutuhkan bangsa ini adalah integritas, bukan sekadar pengakuan," tegas Anies dengan contoh yang lugas.
Anies menilai bahwa akar masalah negara seringkali terletak pada lemahnya teladan moral dari pemimpin. Ia menegaskan bahwa tanpa integritas, transparansi hanya akan menjadi jargon kosong tanpa makna.
Kritik Halus untuk Proses Pengambilan Keputusan
Meski tidak menyebut pihak tertentu, kritik Anies terasa menohok praktik pemerintahan saat ini. Ia menilai banyak kebijakan besar justru lahir dari ruang tertutup, tanpa melibatkan akademisi, masyarakat sipil, atau bahkan DPR sebagai lembaga representatif rakyat.
"Proses pengambilan keputusan seharusnya bisa dilihat publik, bukan sekadar diumumkan setelah jadi," ujarnya menutup dialog.
Menurut Anies, jika pemerintah ingin membangun kepercayaan publik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka data dan melibatkan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan. Pernyataan Anies ini memantik perdebatan publik tentang sejauh mana kebijakan pemerintah selama ini benar-benar berpihak pada rakyat.
Sumber: Konteks.co.id
Artikel Terkait
Celios Soroti APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja Membengkak, Defisit Nyaris Tembus Batas
PDIP Keluarkan Surat Tegas: Kader Dilarang Keras Korupsi dan Menyalahgunakan Kekuasaan
PDIP Santai Saja Menyikapi Klaim Kaesang Soal Kandang Gajah
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Bersilaturahmi ke Kediaman Jokowi