Buka puasa, bagi banyak orang, adalah momen pulang ke rumah. Saatnya berkumpul dengan keluarga di meja makan. Tapi coba tengok ke kereta komuter di Jakarta. Saat adzan Maghrib berkumandang, tak sedikit para komuter yang justru masih terjebak di tengah perjalanan. Mereka harus mencari cara untuk membatalkan puasa di sela-sela kerumunan dan gerbong yang berguncang.
Ina, seorang penumpang KRL berusia 22 tahun, mengalaminya hari itu. Dalam perjalanan dari Pondok Cina menuju Manggarai, ia mengaku ini pengalaman pertamanya berbuka di dalam gerbong.
"Aku baru pertama kali juga sih buka di kereta. Baru hari ini,"
ujar Ina, Rabu lalu. Suaranya hampir tenggelam oleh deru kereta.
Menu bukanya sederhana saja: ubi rebus dan es teh dalam botol. Pilihan yang menurutnya paling masuk akal. "Ya soalnya kan di transportasi umum nggak boleh makan sembarangan. Makannya harus cepat, praktis, nggak berantakan," jelasnya. Cukup beberapa gigitan, lalu disimpan lagi. Begitulah ritmenya.
Artikel Terkait
Gus Ipul: Penerima Bansos Mulai Dialihkan Jadi Anggota Koperasi Desa
Pemerintah Genjot Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Melalui Skema Gotong Royong
AS Kerahkan Dua Kapal Induk ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Meningkat
Gubernur Jateng Akui Darurat Sampah Meski Raih Penghargaan Nasional