Luhut Binsar Pandjaitan terlihat jelas kesal. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, Senin malam lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu membantah keras kabar yang menyebut dirinya punya saham di PT Toba Pulp Lestari.
"Saya tidak pernah punya saham, kecuali di perusahaan saya, yaitu Toba Sejahtra, yang saya buat sendiri. Di situ ada Kutai Energi. satu-satunya yang punya IUP, yang saya dapat tahun 2003 atau 2004, IUP batu bara di Kutai Kartanegara, ya itu, itulah sampai hari ini milik saya," tegasnya.
Suaranya terdengar tegang. Tuduhan bahwa ia terkait dengan perusahaan bubur kertas di Sumatera Utara itu rupanya menyentuh sisi personal.
"Saya maaf agak jengkel ini, karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri," imbuh Luhut.
Dia bahkan menantang secara terbuka. "Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin!" ujarnya. Menurutnya, dalam demokrasi yang sehat, kritik harus punya dasar data yang kuat, bukan sekadar tebak-tebakan atau asumsi yang digoreng.
Alih-alih punya kepentingan, Luhut justru mengklaim punya sejarah panjang menentang keberadaan Toba Pulp Lestari. Penolakannya ini sudah dimulai sejak lebih dari dua dekade silam, tepatnya saat ia masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Gus Dur.
Waktu itu, keluhan masyarakat soal kerusakan lingkungan hidup sudah membanjir. Mereka demo, marah melihat Danau Toba yang keruh dan berbau, sementara kawasan hutan di sekitarnya rusak parah akibat operasional pabrik.
"Nah waktu jamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ. Jadi kita suspend aja, kita tutup aja," kenangnya.
Artikel Terkait
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Usul E-Voting untuk Tekan Biaya
Momen Spontan Staf Bersihkan Sepatu Menko Pangan Saat Kunjungan Kerja di Wonosobo
Target Kandang Gajah Kaesang di Jawa Tengah Dinilai Mimpi di Siang Bolong
Klaim Pertemuan Damai-Jokowi Dipertanyakan, Roy Suryo Soroti Kecurigaan Pencairan