MURIANETWORK.COM – Realisasi APBN 2025 dari pemerintahan Prabowo-Gibran baru saja dirilis, dan langsung menuai sorotan tajam. Center of Economic and Law Studies (Celios) tak ragu memberikan catatan kritis. Menurut mereka, angka-angka yang diumumkan Kementerian Keuangan itu memperlihatkan beberapa titik lemah yang cukup mengkhawatirkan.
Nailul Huda, Direktur Ekonomi Celios, menjadi salah satu yang vokal menyoroti hal ini. Ia menyebut, realisasi penerimaan negara tahun lalu ternyata turun 3,3 persen. Capaiannya hanya sekitar 91,7 persen dari target APBN 2024.
“Realisasi Penerimaan mengalami penurunan sebesar -3,3 persen dan hanya 91,7 persen dibandingkan dengan APBN 2024,” ujar Huda kepada RMOL, Minggu lalu.
Nah, penyumbang terbesar penurunan ini adalah kinerja perpajakan yang dianggap kurang optimal. Realisasi penerimaan pajak cuma mencapai 87,6 persen, turun Rp14 triliun dari tahun sebelumnya.
“Penurunan ini mengisyaratkan kinerja perpajakan pemerintahan Prabowo sangat buruk,” sambungnya tanpa basa-basi.
Padahal, tahun 2025 ini seharusnya menjadi tahun penyesuaian anggaran dengan program-program prioritas Presiden. Mulai dari makan bergizi gratis hingga layanan kesehatan gratis. Namun alih-alih mendongkrak, program-program itu justru disebut membuat kondisi APBN semakin tekor.
Rupanya, penurunan tajam terlihat pada PPN dan Pajak Barang Mewah, yang anjlok 4,6 persen atau setara Rp38,3 triliun. Menurut Huda, angka ini bukan sekadar statistik.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Klaim Ijazah Jokowi Asli, Tapi Masih di Luar Ruang Sidang
PDIP Keluarkan Surat Tegas: Kader Dilarang Keras Korupsi dan Menyalahgunakan Kekuasaan
PDIP Santai Saja Menyikapi Klaim Kaesang Soal Kandang Gajah
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Bersilaturahmi ke Kediaman Jokowi