Celios Soroti APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja Membengkak, Defisit Nyaris Tembus Batas

- Minggu, 11 Januari 2026 | 12:50 WIB
Celios Soroti APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja Membengkak, Defisit Nyaris Tembus Batas

“Penurunan tersebut mengkonfirmasi terkait daya beli yang sedang melemah sejalan dengan pertumbuhan konsumsi yang terus melemah. Begitu juga dengan PPh Badan yang mengalami penurunan 4,3 persen,” urainya.

Ia melanjutkan, “Geliat industri di tahun 2025 mengalami penurunan yang cukup tajam. Penurunan penerimaan pajak memberikan gambaran anomali terkait perekonomian kita yang melemah.”

Di sisi lain, sementara penerimaan jeblok, belanja negara justru naik 2,7 persen atau sekitar Rp91,7 triliun. Belanja pemerintah pusat untuk kementerian dan lembaga bahkan melonjak hingga 129,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Terdapat kenaikan hingga Rp176,4 triliun. Kenaikan tersebut didapatkan dari anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp51,5 triliun,” jelas Huda.

Akibatnya, beban APBN 2025 dinilai semakin berat. Penerimaan minus, belanja membengkak, dan ujung-ujungnya berimbas pada melambungnya utang. Defisit APBN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pun melebar dari prediksi awal 2,78 persen menjadi 2,92 persen pada realisasi akhir tahun.

“Kondisi tersebut hanya berjarak 0,08 persen dengan ambang batas 3 persen sesuai UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Ketika melebihi ambang batas, pemerintah melanggar UU,” tegas Huda menutup penjelasannya.

Singkatnya, laporan realisasi APBN 2025 ini seperti membuka kotak Pandora. Di satu sisi ada komitmen program sosial, di sisi lain ada fakta penerimaan yang lesu dan defisit yang mengintai batas hukum. Pemerintah jelas punya pekerjaan rumah yang tidak ringan.


Halaman:

Komentar