Momen itu kemudian berubah lebih rileks. Prabowo mulai bercerita tentang perjalanan politiknya yang panjang dan berliku. Dengan gaya khasnya, ia mengungkap fakta yang justru memancing gelak tawa hadirin.
“Empat kali ikut pemilu tiga kali kalah,” ungkapnya polos.
Ruangan pun pecah oleh suara tertawa.
Tapi candaannya belum berakhir. Pandangannya kemudian tertuju ke arah seorang tokoh yang hadir di sana, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Dengan senyum mengembang, Prabowo melepar guyonan yang langsung disambut riuh tepuk tangan.
“Soalnya waktu itu Pak Luhut nggak dukung saya sih,” katanya.
Kalimat penutupnya itu seketika mencairkan suasana, mengubah kesan serius pidato sebelumnya menjadi lebih santai dan penuh keakraban.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Ungkap Enam Versi Ijazah Jokowi, Soroti Emboss Misterius dari Polda
PKS di Persimpangan: Ikut Arus Kekuasaan atau Teguh pada Prinsip?
Ahok Bongkar Motif di Balik Wacana Pilkada Lewat DPRD: Ini Pasar Gelap Politik!
Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek