Momen itu kemudian berubah lebih rileks. Prabowo mulai bercerita tentang perjalanan politiknya yang panjang dan berliku. Dengan gaya khasnya, ia mengungkap fakta yang justru memancing gelak tawa hadirin.
“Empat kali ikut pemilu tiga kali kalah,” ungkapnya polos.
Ruangan pun pecah oleh suara tertawa.
Tapi candaannya belum berakhir. Pandangannya kemudian tertuju ke arah seorang tokoh yang hadir di sana, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Dengan senyum mengembang, Prabowo melepar guyonan yang langsung disambut riuh tepuk tangan.
“Soalnya waktu itu Pak Luhut nggak dukung saya sih,” katanya.
Kalimat penutupnya itu seketika mencairkan suasana, mengubah kesan serius pidato sebelumnya menjadi lebih santai dan penuh keakraban.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir