Kasus ini mulai terungkap ketika ibu korban menemukan bercak putih pada celana dalam anaknya pada 16 September 2025. Awalnya korban tidak mau mengaku, namun pada 19 September 2025 korban mengeluh gatal pada alat kelaminnya dan menunjukkan ketakutan saat jam pelajaran YP.
Setelah dilakukan pendekatan lebih lanjut, korban mengaku pernah diceboki oleh guru YP hingga menyebabkan rasa sakit. "Korban menjawab, kalau dicebokin Pak YP sakit dan Pak YP kasih masuk jarinya ke kemaluan anak," terang AKP Ardi Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Sragen.
Proses Pemulihan Korban
Korban kini telah pindah sekolah dan menjalani pendampingan psikologis. Meski kondisi mulai membaik, korban masih membutuhkan pendampingan ibunya selama di sekolah. "Di sekolah baru dia maunya ditemani ibunya, sampai sekarang, walaupun tidak ditemani secara penuh, paling tidak sampai jam 10.00 WIB ibunya harus masuk kelas," jelas Diah Nursari.
Pelaku YP telah diamankan sejak 15 Oktober 2025 dan kasus ini sedang dalam proses hukum lebih lanjut.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor