Menariknya, perjalanan kepemimpinan Salim di kursi wagub ternyata belum genap setahun. Ia baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, mendampingi Suhardi Duka untuk periode 2025-2030. Duet mereka terbilang kompak, sering mengedepankan musyawarah dan kerja gotong royong.
Menurut Muhammad Ridwan Djafar, Kadis Kominfo Sulbar, Salim adalah tipe pemimpin yang tak suka menonjolkan diri. Ia lebih memilih bekerja dengan keteladanan dan pendekatan yang persuasif. Mungkin karena itulah, figur yang satu ini begitu dihormati oleh para staf dan dicintai rakyatnya.
Kini, setelah kepergiannya, jenazah almarhum rencananya akan dibawa ke Jakarta. Akan disemayamkan dulu di rumah putri pertamanya di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Lalu, sebagai bentuk penghormatan terakhir negara pada seorang purnawirawan TNI, Salim S Mengga akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sebuah akhir perjalanan yang layak untuk seorang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pengabdian.
Kepergiannya tentu meninggalkan luka. Bukan cuma bagi keluarga yang ditinggalkan, tapi juga bagi seluruh Sulawesi Barat yang kehilangan seorang pemimpin rendah hati di tengah jalan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor